• Sebuah Perjalanan

    Perjalanan apapun, dimulai dari sebuah langkah kecil.

  • Singha Barwang

    Singha Barwang / Macan Ali adalah simbol kerajaan di Cirebon. Merupakan kaligrafi berbentuk seekor singa.

  • Makrifatullah

    MAKRIFAT IALAH :Mengenal Allah SWT.pada Zat-nya,pada Sifat-nya,pada Asma'nya dan pada Af'al-nya.

  • Rajah Kalacakra

    Ilmu Rajah KalaCakra merupakan ilmu untuk menyerang makhluk halus yang mengganggu kita.

  • Abdul Jabbar

    لا فتى إلا علي ولا سيف إلا ذوالفقار

Thursday, August 19, 2010

Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh



Al-Imam Al-’Arifbillah Al-Musnid Al-Hafizh Al-Mufassir Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh. Beliau adalah al-Habib ‘Umar putera dari Muhammad putera dari Salim putera dari Hafiz putera dari Abd-Allah putera dari Abi Bakr putera dari‘Aidarous putera dari al-Hussain putera dari al-Shaikh Abi Bakr putera dari Salim putera dari ‘Abd-Allah putera dari ‘Abd-al-Rahman putera dari ‘Abd-Allah putera dari al-Shaikh ‘Abd-al-Rahman al-Saqqaf putera dari Muhammad Maula al-Daweela putera dari ‘Ali putera dari ‘Alawi putera dari al-Faqih al-Muqaddam Muhammad putera dari ‘Ali putera dari Muhammad Sahib al-Mirbat putera dari ‘Ali Khali‘ Qasam putera dari ‘Alawi putera dari Muhammad putera dari ‘Alawi putera dari ‘Ubaidallah putera dari al-Imam al-Muhajir to Allah Ahmad putera dari ‘Isa putera dari Muhammad putera dari ‘Ali al-‘Uraidi putera dari Ja’far al-Sadiq putera dari Muhammad al-Baqir putera dari ‘Ali Zain al-‘Abidin putera dari Hussain sang cucu laki-laki, putera dari pasangan ‘Ali putera dari Abu Talib dan Fatimah al-Zahra puteri dari Rasul Muhammad S.A.W bin Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qussay bin Qilab bin Murroh bin Ka’ab bin Lu’ayy bin Gholib bin Fihr bin Malik bin An Nadr (Al Quraysh) bin Qinana bin Khuzayma bin Mudhrika bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Muadz bin Adnan bin ‘Udad bin Muqowwam bin Nahur bin Tayroh bin Yashjub bin Nabhit bin Qaydar bin Adhbul bin Mabsha’ bin Misma’ bin Mashi bin Nabiyullah Ismail A.s bin Nabiyullah Ibrahim Kholilullah A.s

Beliau terlahir di Tarim, Hadramaut, salah satu kota tertua di Yaman yang menjadi sangat terkenal di seluruh dunia dengan berlimpahnya para ilmuwan dan para alim ulama yang dihasilkan kota ini selama berabad-abad. Beliau dibesarkan di dalam keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Shaikh Abu Bakr bin Salim. Ayahnya adalah salah seorang ulama intelektual Islam yang mengabdikan hidup mereka demi penyebaran agama Islam dan pengajaran Hukum Suci serta aturan-aturan mulia dalam Islam. Beliau secara tragis diculik oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah meninggal, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya.

Demikian pula kedua kakek beliau, al-Habib Salim bin Hafiz dan al-Habib Hafiz bin Abd-Allah yang merupakan para intelektual Islam yang sangat dihormati kaum ulama dan intelektual Muslim pada masanya. Allah seakan menyiapkan kondisi-kondisi yang sesuai bagi al-Habib ‘Umar dalam hal hubungannya dengan para intelektual muslim disekitarnya serta kemuliaan yang muncul dari keluarganya sendiri dan dari lingkungan serta masyarakat dimana ia dibesarkan. Beliau telah mampu menghafal Al Qur’an pada usia yang sangat muda dan ia juga menghafal berbagai teks inti dalam fiqh, hadith, Bahasa Arab dan berbagai ilmu-ilmu keagamaan yang membuatnya termasuk dalam lingkaran keilmuan yang dipegang teguh oleh begitu banyaknya ulama-ulama tradisional seperti Muhammad bin ‘Alawi bin Shihab dan al-Shaikh Fadl Baa Fadl serta para ulama lain yang mengajar di Ribat, Tarim yang terkenal itu.

Maka beliau pun mempelajari berbagai ilmu termasuk ilmu-ilmu spiritual keagamaan dari ayahnya yang meninggal syahid, al-Habib Muhammad bin Salim, yang darinya didapatkan cinta dan perhatiannya yang mendalam pada da’wah dan bimbingan atau tuntunan keagamaan dengan cara Allah s.w.t. Ayahnya begitu memperhatikan sang ‘Umar kecil yang selalu berada di sisi ayahnya di dalam lingkaran ilmu dan dhikir. Namun secara tragis, ketika al-Habib ‘Umar sedang menemani ayahnya untuk sholat Jum‘ah, ayahnya diculik oleh golongan komunis, dan sang ‘Umar kecil sendirian pulang ke rumahnya dengan masih membawa syal milik ayahnya, dan sejak saat itu ayahnya tidak pernah terlihat lagi. Ini menyebabkan ‘Umar muda menganggap bahwa tanggung jawab untuk meneruskan pekerjaan yang dilakukan ayahnya dalam bidang Da‘wah sama seperti seakan-akan syal sang ayah menjadi bendera yang diberikan padanya di masa kecil sebelum beliau mati syahid. Sejak itu, dengan sang bendera dikibarkannya tinggi-tinggi, ia memulai, secara bersemangat, perjalanan penuh perjuangan, mengumpulkan orang-orang, membentuk Majelis-majelis dan da’wah. Perjuangan dan usahanya yang keras demi melanjutkan pekerjaan ayahnya mulai membuahkan hasil. Kelas-kelas mulai dibuka bagi anak muda maupun orang tua di mesjid-mesjid setempat dimana ditawarkan berbagai kesempatan untuk menghafal Al Qur’an dan untuk belajar ilmu-ilmu tradisional. Ia sesungguhnya telah benar-benar memahami Kitab Suci sehingga ia telah diberikan sesuatu yang khusus dari Allah meskipun usianya masih muda. Namun hal ini mulai mengakibatkan kekhawatiran akan keselamatannya dan akhirnya diputuskan beliau dikirim ke kota al-Bayda’ yang terletak di tempat yang disebut Yaman Utara yang menjadikannya jauh dari jangkauan mereka yang ingin mencelakai sang sayyid muda. Disana dimulai babak penting baru dalam perkembangan beliau.

Masuk sekolah Ribat di al-Bayda’ ia mulai belajar ilmu-ilmu tradisional dibawah bimbingan ahli dari yang Mulia al-Habib Muhammad bin ‘Abd-Allah al-Haddar, dan juga dibawah bimbingan ulama mazhab Shafi‘i al-Habib Zain bin Sumait, semoga Allah melindunginya. Janji beliau terpenuhi ketika akhirnya ia ditunjuk sebagai seorang guru tak lama sesudahnya. Ia juga terus melanjutkan perjuangannya yang melelahkan dalam bidang Da‘wah. Kali ini tempatnya adalah al-Bayda’ dan kota-kota serta desa-desa disekitarnya. Tiada satu pun yang terlewat dalam usahanya untuk mengenalkan kembali cinta kasih Allah dan Rasul-Nya s.a.w pada hati mereka seluruhnya. Kelas-kelas dan majelis didirikan, pengajaran dimulai dan orang-orang dibimbing. Usaha beliau yang demikian gigih menyebabkannya kekurangan tidur dan istirahat mulai menunjukkan hasil yang besar bagi mereka tersentuh dengan ajarannya, terutama para pemuda yang sebelumnya telah terjerumus dalam kehidupan yang kosong dan dangkal, namun kini telah mengalami perubahan mendalam hingga mereka sadar bahwa hidup memiliki tujuan, mereka bangga dengan indentitas baru mereka sebagai orang Islam, mengenakan sorban/selendang Islam dan mulai memusatkan perhatian mereka untuk meraih sifat-sifat luhur dan mulia dari Sang Rasul Pesuruh Allah Sejak saat itu, sekelompok besar orang-orang yang telah dipengaruhi beliau mulai berkumpul mengelilingi beliau dan membantunya dalam perjuangan da‘wah maupun keteguhan beliau dalam mengajar di berbagai kota besar maupun kecil di Yaman Utara. Pada masa ini, beliau mulai mengunjungi banyak kota-kota maupun masyarakat diseluruh Yaman, mulai dari kota Ta’iz di utara, untuk belajar ilmu dari mufti Ta‘iz al-Habib Ibrahim bin Aqil bin Yahya yang mulai menunjukkan pada beliau perhatian dan cinta yang besar sebagaimana ia mendapatkan perlakuan yang sama dari Shaikh al-Habib Muhammad al-Haddar sehingga ia memberikan puterinya untuk dinikahi setelah menyaksikan bahwa dalam diri beliau terdapat sifat-sifat kejujuran dan kepintaran yang agung.

Tak lama setelah itu, beliau melakukan perjalanan melelahkan demi melakukan ibadah Haji di Mekkah dan untuk mengunjungi makam Rasul s.a.w di Madinah. Dalam perjalanannya ke Hijaz, beliau diberkahi kesempatan untuk mempelajari beberapa kitab dari para ulama terkenal disana, terutama dari al-Habib ‘Abdul Qadir bin Ahmad al-Saqqaf yang menyaksikan bahwa di dalam diri ‘Umar muda, terdapat semangat pemuda yang penuh cinta kepada Allah dan Rasul-Nya s.a.w dan sungguh-sungguh tenggelam dalam penyebaran ilmu dan keadilan terhadap sesama umat manusia sehingga beliau dicintai al-Habib Abdul Qadir salah seorang guru besarnya. Begitu pula beliau diberkahi untuk menerima ilmu dan bimbingan dari kedua pilar keadilan di Hijaz, yakni al-Habib Ahmed Mashur al-Haddad dan al-Habib ‘Attas al-Habashi. Sejak itulah nama al-Habib Umar bin Hafiz mulai tersebar luas terutama dikarenakan kegigihan usaha beliau dalam menyerukan agama Islam dan memperbaharui ajaran-ajaran awal yang tradisional. Namun kepopuleran dan ketenaran yang besar ini tidak sedikitpun mengurangi usaha pengajaran beliau, bahkan sebaliknya, ini menjadikannya mendapatkan sumber tambahan dimana tujuan-tujuan mulia lainnya dapat dipertahankan. Tiada waktu yang terbuang sia-sia, setiap saat dipenuhi dengan mengingat Allah dalam berbagai manifestasinya, dan dalam berbagai situasi dan lokasi yang berbeda. Perhatiannya yang mendalam terhadap membangun keimanan terutama pada mereka yang berada didekatnya, telah menjadi salah satu dari perilaku beliau yang paling terlihat jelas sehingga membuat nama beliau tersebar luas bahkan hingga sampai ke Dunia Baru. Negara Oman akan menjadi fase berikutnya dalam pergerakan menuju pembaharuan abad ke-15. Setelah menyambut baik undangan dari sekelompok Muslim yang memiliki hasrat dan keinginan menggebu untuk menerima manfaat dari ajarannya, beliau meninggalkan tanah kelahirannya dan tidak kembali hingga beberapa tahun kemudian. Bibit-bibit pengajaran dan kemuliaan juga ditanamkan di kota Shihr di Yaman timur, kota pertama yang disinggahinya ketika kembali ke Hadramaut, Yaman. Disana ajaran-ajaran beliau mulai tertanam dan diabadikan dengan pembangunan Ribat al-Mustafa. Ini merupakan titik balik utama dan dapat memberi tanda lebih dari satu jalan, dalam hal melengkapi aspek teoritis dari usaha ini dan menciptakan bukti-bukti kongkrit yang dapat mewakili pengajaran-pengajaran di masa depan. Kepulangannya ke Tarim menjadi tanda sebuah perubahan mendasar dari tahun-tahun yang ia habiskan untuk belajar, mengajar, membangun mental agamis orang-orang disekelilingnya, menyebarkan seruan dan menyerukan yang benar serta melarang yang salah. Dar-al-Mustafa menjadi hadiah beliau bagi dunia, dan di pesantren itu pulalah dunia diserukan. Dalam waktu yang dapat dikatakan demikian singkat, penduduk Tarim akan menyaksikan berkumpulnya pada murid dari berbagai daerah yang jauh bersatu di satu kota yang hampir terlupakan ketika masih dikuasai para pembangkang komunis. Murid-murid dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Kepulauan Comoro, Tanzania, Kenya, Mesir, Inggris, Pakistan, Amerika Serikat dan Kanada, juga negara-negara Arab lain dan negara bagian di Arab akan diawasi secara langsung oleh Habib Umar. Mereka ini akan menjadi perwakilan dan penerus dari apa yang kini telah menjadi perjuangan asli demi memperbaharui ajaran Islam tradisional di abad ke-15 setelah hari kebangkitan. Berdirinya berbagai institusi Islami serupa di Yaman dan di negara-negara lain dibawah manajemen al-Habib Umar akan menjadi sebuah tonggak utama dalam penyebaran Ilmu dan perilaku mulia serta menyediakan kesempatan bagi orang-orang awam yang kesempatan tersebut dahulunya telah dirampas dari mereka. Habib ‘Umar kini tinggal di Tarim, Yaman dimana beliau mengawasi perkembangan di Dar al-Mustafa dan berbagai sekolah lain yang telah dibangun dibawah manajemen beliau. Beliau masih memegang peran aktif dalam penyebaran agama Islam, sedemikian aktifnya sehingga beliau meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi berbagai negara di seluruh dunia demi melakukan kegiatan-kegiatan mulianya.

Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus (Luar Batang)

Al Habib Husein bin Abu bakar Alaydrus di lahirkan di Yaman Selatan, tepatnya di daerah Hadramaut, tiga abad yang silam. Beliau dilahirkan sebagai anak yatim yang dibesarkan oleh seorang ibu dimana sehari-harinya hanya hidup dari hasil memintal benang pada perusahaan tenun tradisional. Habib Husain kecil sungguh hidup dalam kesederhanaan.

Setelah Habib Husain memasuki usia belia, sang ibu menitipkan Habib Husain kepada seorang 'ulama tasawuf (ahli Shufi). Disanalah Habib Husain remaja mendapat bimbingan dan pembelajaran thoriqoh. Diantara murid-murid yang lain di ribath sufi tersebut, Habib Husain sudah kelihatan memiliki perilaku dan sifat-sifat yang lebih menonjol di banding teman-temannya.

Setiap ahlit Thoriqoh pasti senantiasa memiliki panggilan untuk melaksanakan hijrah, dalam rangka mensyiarkan agama Islam kebelahan bumi Allah. Demikian pula dengan Habib Husain setelah dewasa. Beliau tidak kekurangan akal untuk menunaikan perjuangan suci ini. Beliau menghampiri para kafilah dan musafir yang sedang melakukan perniagaan di pasar setiap hari Jum'at.

Setelah dipastikan mendapat tumpangan dari seorang kafilah yang hendak bertolak ke India, maka Habib Husain segera menghampiri ibunya untuk minta izin. Walaupun dengan berat hati,sang ibu harus melepaskan dan merelakan kepergian puteranya.

Singkatnya, akhirnya Habib Husain sampailah di sebuah kota yang bernama "Surati", atau lebih dikenal dengan sebutan kota Gujarat yang mayoritas penduduknya beragama Budha. Disinilah Habib Husain mengawali dakwah mensyiarkan agama Islam.

Kedatangan Habib Husain di kota-kota di Gujarat ini membawa Rahmatan-Lil 'Alamiin. Karena daerah yang tadinya tandus dan gersang, dengan kebesaran Kekuasaan Allah maka berubah menjadi daerah yanh subur. Agama Islampun tumbuh berkembang di kota Gujarat dan kota-kota sekitarnya.

Hingga kini belum ditemukan sumber yang pasti berapa lama Habib Husain bermukim di India.
Tidak lama kemudia beliau melanjutkan misi hijrahnya menuju wilayahAsia tenggara,hingga akhirnya sampai di pualau Jawa. Beliau menetap di kota Batavia, sebutan untuk kota Jakarta tempo dulu.

Disinilah tempat persinggahan terakhir Habib Husain dalam mensyiarkan agama Islam. Beliau mendirikan sebuah Surau sebagai pusat pendidikan dan pengembangan agama Islam.

Pesatnya pertumbuhan dan minat orang untuk belajar agama Islam ke Habib Husain, mengundang kesinisan dan kekhawatiran dari pemerintahan VOC, yang dipandang akan mengganggu keamanan dan ketertiban. Akhirnya Habib Husain beserta beberapa pengikutnya di tangkap dan di masukkan ke penjara Glodok.

Terali besi dan tebalnya tembok penjara tidak bisa menghalangi perjuangan Habib Husain dalam mensyiarkan agama Islam. Walaupun dalam penjara Habib Husain tetap mengajarkan ayat-ayat Qur'an dan tuntunan Islam. Sampai akhirnya penjajah putus asa melihat kekaromahan Habib Husain. Penjajah pun membebaskan Habib Husain.

Dalam perjuangan Habib Husain membela agama Allah, ternyata Allah berkehendak lain, Waliyullah ini telah meninggal dalam usia yang relatif masih muda, yakni dalam usia tidak lebih dari 40 tahun. Tepatnya Habib Husain bin Abubakar Alaydrus wafat pada tanggal 17 Romadlon 1169 atau tanggal 27 juni 1756.

Gubernur Batavia sangat penuh perhatian kepada Habib Husain setelah keluar dari penjara. Ia menanyakan apa keinginan Habib Husain. Namun dengan kebesaran Habib Husain selalu menolak tawaran dari para penjajah itu. Akan tetapi Gubernur Batavia itu sangat bijak, di hadiahkanlah sebidang tanah di Kampung Baru sebagai tempat tinggal dan peristirahatan yang terakhir.

Sesuai dengan peraturan pada masa itu bahwa setiap orang asing yang meninggal harus di makamkan di pemakaman khusus yang ada di Tanah Abang.

Sebagaimana layaknya jenazah, Habib Husain diusung dengan Kurung Batang (keranda). Ternyata sesampainya dipekuburan di Tanah Abang, jenazah Habib Husain tidak ada dalam Kurung Batang (keranda). Lebih aneh lagi, ternyata jenazah Habib Husain masih ada di tempat tinggal semula. Dalam bahasa lain jenazah Habib Husain keluar dari Kurung Batang. Para pengantar jenazah mencoba lagi membawa jenazah kepekuburan tadi, namun demikian jenazah Habib Husain tetap saja keluar dan tertinggal di rumahnya.

Akhirnya para pengantar jenazah memahami dan sepakat untuk memakamkan jenazah Habib Husain di tempat yang merupakan tempat tinggalnya.

Kemudian orang-orang menyebutnya sebagai "Kampung Baru Luar Batang", dan kini dikenal sebagai Kampung Luar Batang.

Sumber Lain:

Habib Husein yang lebih terkenal dengan sebutan Habib Keramat Luar Batang,menurut Habib Musthofa Alidrus yang selalu membacakan Manaqib Habib husein Alidrus pada acara haul diwaktu Habib Husein masih hidup beliau pernah berkata kepada seorang opsir belanda “nanti suatu saat kamu akan menjadi orang besar”, opsir tsb tdk mengindahkan kata2 Habib, hingga dia pulang ke negaranya lalu dipanggil lagi ke indonesia dengan jabatan tinggi, dia teringat akan kata2 Habib dan mau memberikan hadiah, lalu ditawarkan berbagai hadiah spt uang,emas dll tapi Habib tidak mau, akhirnya disepakati Habib mau menerima hadiah berupa kepemilikan daerah sekeliling yg sekarang lokasinya di makamnya itu, dulunya daerah itu adalah tempat yg kalau laut pasang terendam air, setelah dikabulkan maka di pasang patok2 kayu menandakan batas wilayah yang Habib inginkan, nah dari situ muncul kata2 “luar batang” karena dari laut tersebut keluar batang2 kayu pembatas .

Habib Husein tiba di Luar Batang, daerah Pasar Ikan, Jakarta, yang merupakan benteng pertahanan Belanda di Jakarta. Kapal layar yang ditumpangi Habib Husein terdampat didaerah ini, padahal daerah ini tidak boleh dikunjungi orang, maka Habib Husein dan rombongan diusir dengan digiring keluar dari teluk Jakarta. Tidak beberapa lama kemudian Habib Husein dengan sebuah sekoci terapung-apung dan terdampar kembali di daerah yang dilarang oleh Belanda. Kemudian seorang Betawi membawa Habib Husein dengan menyembunyikannya. Orang Betawi ini pun berguru kepada Habib Husein. Habib Husein membangun Masjid Luar Batang yang masih berdiri hingga sekarang. Orang Betawi ini bernama Haji Abdul Kadir. Makamnya di samping makam Habib Husein yang terletak di samping Masjid Luar Batang.

Habib Husein sering tidak patuh pada Belanda. Sekali Waktu beliau tidak mematuhi larangannya, kemudian ditangkap Belanda dan di penjara di Glodok. Di Tahanan ini Habib Husein kalau siang dia ada di sel, tetapi kalau malam menghilang entah kemana. Sehingga penjaga tahanan (sipir penjara) menjadi takut oleh kejadian ini. Kemudian Habib Husein disuruh pulang, tetapi beliau tidak menghiraukan alias tidak mau pulang, maka Habib Husein dibiarkan saja. Suatu Waktu beliau sendiri yang mau pergi dari penjara.


Karomah Habib Husein

Dulu pernah ada cerita pada waktu itu ada seseorang warga pergi kepasar dan dia membeli daging mentah, begitu akan pulang kerumah beliau mendengar kabar bahwa Habib husein bin abi bakar al idrus berpulang kerahmatulloh, maka bergegas dia pergi kemasjid untuk ikut bersama-sama sholat jenazah .Setelah selesai sholat jenazah dan ikut menguburkan dia kembali kerumah dan menyuruh sang istri untuk segera memasak daging tersebut.Namun hingga beberapa lamanya sang istri memasak daging itu tidak matang-matang.,dan masih keliatan seperti daging segar, ditengah keanehan yang terjadi sang istripun mengeluh kepada suaminya; “bang ko daging yang saya masak tidak mateng-mateng ? padahal sudah hampir setengah hari saya memasak daging itu, tapi daging itu tetap segar !. Sang suamipun juga diliputi keanehan tersebut !.Setelah beberapa lama dia berpikir akhirnya dia ingat sesuatu, sewaktu dia mengikuti majlis taklim yang diadakan oleh Habib husein bin abi bakar al idrus , beliau pernah berceramah bahwa barang siapa yang mensholati aku sewaktu aku meninggal dunia nanti, maka dia dia tidak akan bisa tersentuh oleh api neraka. Akhirnya dia mengambil pelajaran yang sangat berharga dari peristiwa keanehan tersebut, dia berdoa kepada Alloh Ya Alloh mudah-mudahan aku terlindungi dari jilatan api nereka karena memuliakan Kekasih-Mu.

Karomah yang masih tampak hingga saat inilah adalah bahwa maqom beliau selama 24 jam tidak pernah sepi dari para peziarah yang selalu membaca alquran atau sekedar berzikir.

Hingga saat ini maqam Habib husein selalu ramai di kunjungi oleh para peziarah dari berbagai daerah di tanah air maupun dari mancanegara.Terutama pada malam jum’at kliwon atau perayaan tertentu seperti maulid nabi Muhammad SAW yang selalu diadakan setiap akhir minggu di bulan robiul awal dan Haul Habib husein yang diadakan setiap akhir minggu di bulan syawal.


Silsilah Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus

Silsilah beliau : Habib Husain bin Abu Bakar bin Abdullah bin Husain bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Husain bin Abdul Qadir bin Abu Bakar bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladawilah bin Ali bin Alwi Al- Ghuyyur bin Muhammad Al- Faqih Al- Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin ‘Ubaidillah bin Ahmad Al- Muhajir bin Isa bin Muhammad An- Naqib bin Ali Al- ‘Uraidhi bin Ja’far Shadiq bin Muhammad Al- Baqir bin ‘Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib suami Sayyidah Fathimah Azzahra binti Rasulullah Saw.

Habib Munzir bin Fuad Al-Mussawa (Majelis Rasulullah)



Berikut ini adalah biografi dari HABIB MUNZIR AL-MUSAWA yang dijelaskan oleh beliau.

“Ayah saya bernama Fuad Abdurrahman Almusawa, yang lahir di Palembang, Sumatera selatan, dibesarkan di Makkah Al mukarramah, dan kemudian mengambil gelar sarjana di Newyork University, di bidang Jurnalistik, yang kemudian kembali ke Indonesia dan berkecimpung di bidang jurnalis, sebagai wartawan luar negeri, di harian Berita Yudha, yang kemudian di harian Berita Buana, beliau menjadi wartawan luar negeri selama kurang lebih empat puluh tahun, pada tahun 1996 beliau wafat dan dimakamkan di Cipanas, Cianjur - Jawa Barat.”


Nama saya Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Almusawa, saya dilahirkan di Cipanas Cianjur Jawa barat, pada hari jum’at 23 februari 1973, bertepatan 19 Muharram 1393H, setelah saya menyelesaikan sekolah menengah atas, saya mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma’had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus bhs. Arab di LPBA Assalafy Jakarta timur, lalu memperdalam lagi Ilmu Syari'ah Islamiyah di Ma'had Al Khairat, Bekasi Timur, kemudian saya meneruskan untuk lebih mendalami Syari'ah ke Ma'had Darul Musthafa, Tarim Hadhramaut Yaman, selama empat tahun, disana saya mendalami Ilmu Fiqh, Ilmu tafsir Al Qur;an, Ilmu hadits, Ilmu sejarah, Ilmu tauhid, Ilmu tasawuf, mahabbaturrasul saw, Ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya.


Saya kembali ke Indonesia pada tahun 1998, dan mulai berdakwah, dengan mengunjungi rumah rumah, duduk dan bercengkerama dg mereka, memberi mereka jalan keluar dalam segala permasalahan, lalu atas permintaan mereka maka mulailah saya membuka majlis, jumlah hadirin sekitar enam orang, saya terus berdakwah dengan meyebarkan kelembutan Allah swt, yang membuat hati pendengar sejuk, saya tidak mencampuri urusan politik, dan selalu mengajarkan tujuan utama kita diciptakan adalah untuk beribadah kpd Allah swt, bukan berarti harus duduk berdzikir sehari penuh tanpa bekerja dll, tapi justru mewarnai semua gerak gerik kita dg kehidupan yang Nabawiy, kalau dia ahli politik, maka ia ahli politik yang Nabawiy, kalau konglomerat, maka dia konglomerat yang Nabawiy, pejabat yang Nabawiy, pedagang yang Nabawiy, petani yang Nabawiy, betapa indahnya keadaan ummat apabila seluruh lapisan masyarakat adalah terwarnai dengan kenabawian, sehingga antara golongan miskin, golongan
kaya, partai politik, pejabat pemerintahan terjalin persatuan dalam kenabawiyan, inilah Dakwah Nabi Muhammad saw yang hakiki, masing masing dg kesibukannya tapi hati mereka bergabung dg satu kemuliaan, inilah tujuan Nabi saw diutus, untuk membawa rahmat bagi sekalian alam. Kini majlis taklim saya yang dulu hanya dihadiri enam orang, sudah berjumlah sekitar tiga ribu hadirin, saya sudah membuka puluhan majlis taklim di seputar Jakarta pusat, saya juga sudah membuka majlis di seputar pulau jawa.


Silsilah / Nasab Habib Munzir bin Fuad Al-Mussawa :

Munzir bin Fuad bin Abdurrahman bin Ali bin Abdurrahman bin Ali bin Aqil bin Ahmad bin Abdurrahman bin Umar bin Abdurrahman bin Sulaiman bin Yaasin bin Ahmad Almusawa bin Muhammad Muqallaf bin Ahmad bin Abubakar Assakran bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi Alghayur bin Muhammad Faqihil Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Marbath bin Ali Khali’ Qasim bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Almuhajir bin Isa Arrumiy bin Muhammad Annaqibm Ali Al Uraidhiy bin Jakfar Asshadiq bin Muhammad Albaqir bin ALi Zainal Abidin bin Husein Dari Fathimah Azahra Putri Rasul saw.

Tuesday, June 8, 2010

Teknik Pengolahan Nafas Dzikrullah

Bernapas adalah kebutuhan utama setiap mahluk hidup. Manusia bisa bertahan tidak makan dan minum sampai beberapa hari, namun tidak demikian halnya dengan bernapas. Umumnya manusia hanya mampu menahan napas paling lama selama satu menit. Orang - orang tertentu seperti penyelam, penyanyi atau Qori’ mampu bertahan lebih lama lagi hingga 2 s/d 5 menit. Tentu saja mereka bisa menahan napas sedemikian lama setelah melalui pelatihan dalam waktu yang cukup lama. Otak dan otot jantung manusia akan mengalami kerusakan jika tidak mendapat oxigen lebih dari 5 menit.

Tehnik pengendalian napas diperlukan untuk meningkatkan konsentrasi dan stamina. Perenang, pelari cepat, pelari marathon, petinju, pesilat, penyanyi semuanya mempunyai tehnik pengendalian napas sendiri dibidangnya. Tehnik pernapasan perenang tentu tidak sama dengan penyanyi demikian pula tehnik pernapasan pelari cepat tentu tidak sama dengan tehnik pernapasan pelari marathon. Tehnik pengolahan napas untuk membangkitkan tenaga dalam tentu tidak sama dengan tehnik pengolahan napas seorang penyanyi. Meditasi, yoga, thaici, pelatihan tenaga dalam, penyanyi semua mempunyai tehnik pernapasan sendiri dibidangnya.

Bagaimana tehnik pengolahan napas dapat meningkatkan konsentrasi dan stamina dapat kita lihat dalam contoh kehidupan sehari hari. Seorang ibu yang harus memasukan benang kelubang jarum akan lebih mudah memasukan benang tersebut jika dilakukan sambil menahan napas. Demikian pula seorang penembak atau pemanah, ia akan lebih berkonsentrasi jika saat membidik dilakukan sambil menahan napas. Kalau anda naik ayunan atau kora-kora di Ancol , pada saat ayunan turun anda disarankan untuk berteriak atau menahan napas, jika anda tidak menahan napas atau berteriak niscaya dalam waktu singkat anda akan muntah dan mabuk. Olah ragawan angkat berat juga dianjurkan untuk menahan napas ketika sedang mengangkat beban, jika ia tidak melakukan hal tersebut bisa berakibat serius bagi tubuhnya.

Pengolahan napas dzikrullah

Dzikir mengingat Allah dan berdo’a pada-Nya adalah kegiatan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Allah sangat mencintai orang yang banyak berdo’a dan selalu berdzikir mengingat-Nya. Kendala utama dalam melakukan kegiatan dzikir dan do’a adalah rasa mengantuk, tidak bisa konsentrasi, perasaan bosan dan kaki semutan atau kram, sehingga jarang orang yang sanggup melakukan kegiatan dzikir secara rutin dalam waktu yang lama. Dengan tehnik pengaturan napas yang tepat dan benar semua kendala tersebut bisa diatasi sehingga anda bisa melakukan kegiatan dzikir dan do’a dalam waktu yang cukup lama tanpa merasa mengatuk, bosan atau kaki semutan. Kegiatan dzikir dan do’a terasa mengasyikan dan menyenangkan , sehingga anda sanggup melakukan kegiatan tersebut secara rutin setiap hari.

Dzikir bisa dilakukan dengan menyebut Asmaulhusna, kalimat hasballah , syahadat atau sholawat Nabi diiringi dengan do’a yang diambil dari ayat Qur’an , hadist atau do’a dalam bahasa ibu masing masing. Selama melakukan dzikir dan do’a napas diatur sedemikian rupa sehingga ketika menarik napas paru paru terisi penuh sempurna dan ketika menghembuskan napas paru paru kosong sempurna pula. Ketika menghirup udara kita menghirup oxigen dari udara memenuhi paru-paru selanjutnya oxigen tersebut diangkut oleh darah keseluruh tubuh memenuhi kebutuhan seluruh sel ditubuh kita. Disamping oxigen kita juga menghirup energi kehidupan atau energi hayati yang biasa juga disebut energi Prana, Ki, atau Chi. Energi hayati diserap oleh otak besar kemudian dialirkan melalui saluran saraf ditulang belakang keseluruh tubuh.

Tarik napas perlahan lahan sambil membaca kalimat asmaulhusna misalnya “ya Rahman” , setelah paru paru penuh dengan udara tahan napas dengan mengeraskan otot perut sambil tetap membaca kalimat asmaulhusna tersebut, tahan selama yang bisa dilakukan, kemudian hembuskan napas sambil berdo’a misalnya :”birohmatika ya arhamarrohimin irhamna” . Selama menarik, menahan dan menghembuskan napas fikiran dan hati dikonsentrsasikan serta fokus pada kalimat dzikir dan do’a yang dibaca. Rasakan juga energi hayati yang diserap otak besar dan dialirkan pada saluran syaraf di tulang punggung keseluruh tubuh.

Dzikir Pernafasan Tadabbur Qur'an

Al-Qur’an penuh dengan kalimat hikmah yang dapat digunakan untuk menterapi diri hingga memiliki ahlak sempurna sebagaimana ahlak Rasulullah. Ketika Aisah ditanya tentang ahlak Rasulullah ia menjawab bahwa ahlak Rasulullah adalah Al-Qur’an. Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam bukan sekedar untuk dibaca dan dilagukan dengan irama yang indah menarik, tapi untuk ditanamkan didalam hati dan dijadikan sikap hidup.

Dzikir pernapasan tadabbur Qur’an adalah salah satu cara untuk menghunjamkan Qur’an kedalam fikiran bawah sadar dan hati hingga mampu membentuk pola fikir dan kepribadian sesuai dengan Al-Qur’an. Bacaan Qur’an dan do’a semua dibaca didalam hati tidak dijaharkan dan dilakukan dengan tehnik olah napas, sehingga didapat konsentrasi yang maksimal dan peningkatan kadar oxigen dan energi didalam tubuh.

Dzikir pernapasan tadabbur Qur’an caranya sama dengan dzikir pernapasan asmaulhusna. Ketika menarik napas baca kalimat hasbalah : “Hasbiayallahu wani’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’man nashir. Wakafa billahi waliyya , wakafa billahi syahida, wakafa billahi wakiila, wakafa billahi nashiroo ( Cukup Allah bagiku Dia sebaik baik pelindung, sebaik baik pemimpin dan sebaiki baik penolong. Cukup Allah sebagai pemimpin, cukup Allah sebagai saksi, cukup Allah sebagai pelindung, cukup Allah sebagai penolong). “

Kalimat hasbalah diatas bisa juga diganti dengan dua kalimah syahadat dan sholawat Nabi seperti yang dibaca ketika duduk tahiyat akhir.

Ketika menahan napas baca ayat ayat pilihan yang akan ditadabburi , misalnya Al Baqarah 157

al-baqarah-257

Allahu waliyulladzii amanu yukhrijuhum minadzulumaati ilannuur , walladziina kafaru auliyaa uhumutthoghutu yukhrijuunahum minannuuri iladzuulumaati. Ulaaika ashabunnari hum fiiha khooliduun

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Al Baqarah 257)


Ketika menghembuskan napas , baca do’a sebagai berikut :

“ Ya Allah Engkaulah pemimpin kami yang mengeluarkan kami dari kegelapan kepada cahaya terang benderang. Keluarkan kami dari kegelapan kepada cahaya-Mu , keluarkan kami dari kesempitan kepada kelapangan, dari kehinaan kepada kemuliaan, dari kesulitan kepada kemudahan. Jangan Kau masukan kami kedalam golongan orang kafir, yang Kau jerumuskan kedalam neraka jahanam-Mu. Perkenankan permohonan kami ini ya Allah. “

Ayat yang dibaca ketika menahan nafas dipilih ayat yang bisa ditadabburi seperti surat An Nur 35, 55, Fathir 2, Al A’raaf 179. Bisa juga surat pendek seperti Al-Falaq, An Nas, An Nashr, Al Qori’ah, Al Zalzalah, Al Insyirah dan seterusnya. Do’a yang dibaca disesuaikan dengan maksud ayat yang dibaca seperti pada contoh diatas.

Dzikir tadabbur Qur’an dengan surat Al Falaq bermanfaat untuk melindungi diri dan keluarga dari berbagai kejahatan mahluk ciptaan Allah:


Ketika menarik napas baca didalam hati dua kalimah syahadat dan sholawat Nabi seperti pada duduk tahiyat akhir.

Ketika menahan napas baca surat Al-Falaq.

Ketika menghembuskan napas baca : “ Ya Allah aku berlindung kepada Engkau yang menguasai waktu subuh, dari kejahatan mahluk ciptaanMu, dari kejahatan malam apabila telah gelap, dari kejahatan tukang sihir yang meniup pada simpul tali dan dari kejahatan orang yang dengki apabila menyatakan kedengkiannya “

Dzikir pernapasan tadabbur Qur’an ini sangat bermanfaat untuk menterapi diri agar berahlak sesuai dengan ahlak Qur’an. Ayat yang dibaca akan menghunjam kedalam hati dan menjadi sikap hidup. Do’a yang dibaca juga terasa lebih khusuk karena sesuai dengan ayat Qur’an yang dibaca. Pada pelatihan yang kami adakan anda akan dilatih tehnik pengolahan napas yang tepat dan benar dalam melakukan dzikir dengan tadabbur Qur’an ini , dan memusatkan fikiran serta perasaan pada ayat dan do’a yang dibaca.

Ikutilah pelatihan yang kami adakan sesuai jadwal yang kami sampaikan diblog ini, insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama jika anda rajin melakukan latihan anda akan merasakan manfaat yang banyak. Anda akan mendapatkan berbagai hal yang dijanjikan Allah bagi orang yang selalu berdzikir dan berdo’a pada-Nya. Ampunan Allah, Rahmat-Nya, Kemuliaan, Kemudahan dan kelapangan hidup, Ketenangan, kenyamanan, Kesehatan, Rezeki, dan berbagai hal yang anda inginkan didunia dan akhirat ,insya Allah akan anda dapatkan sesuai dengan apa yang dijanjikan Allah didalam Al-Qur’an.

Berbagai ayat pilihan untuk berbagai manfaat yang anda inginkan , dapat anda down load dari blog ini. Untuk dapat merasakan manfaat dari ayat Qur’an tersebut sebaiknya anda terlebih dahulu mengikuti pelatihan dzikir pernapasan tadabbur Qur’an yang kami adakan sesuai jadwal yang kami cantumkan diblog ini.

Firman Allah dalam surat Al nIsraak 82:

“Wanunazzilu minal Qur’aani maahuwa syifaa uwwarahmatul lilmukminin…..kami turunkan didalam Qur’an sesuatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang mukmin”

Dzikir Pernafasan Asma'ul Husna

"Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya."

"Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang."
(Al-Ahzab 41-42)

Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaulhusna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”
(Al-Israak 110)


"Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan."
(Al A’raaf 180)



Banyak cara dilakukan orang untuk melaksanakan zikir dengan membaca Asma’ulhusna. Ada yang membaca 99 Asma’ulhusna secara berjema’ah dengan irama bacaan yang syahdu dan menggetarkan hati. Ada yang membaca seorang diri dengan suara yang lembut dan hati tunduk. Ada yang membaca Asma’ulhusna seorang diri dengan berbisik, dan hanya memilih kalimat Asma’ulhusna yang ada hubungan dengan masalah yang sedang dihadapinya. Ada pula yang membacanya didalam hati sambil berjalan , duduk atau berbaring dimanapun ia berada.

Bagi pemula membaca kalimat Asma’ulhusna seorang diri kadangkala terasa membosankan, sehingga tidak bisa bertahan lama. Kadangkala kaki terasa kaku dan semutan, sehingga tidak sanggup duduk berlama-lama untuk membaca kalimat Asma’ulhusna tersebut. Untuk menghindarkan kaki semutan sebaiknya posisi duduk sering dirubah, misalnya bersila, kemudian duduk iftirosh, atau duduk tahiyat atau ditukar dengan posisi lain yang dirasakan nyaman.

Untuk menghindari kebosanan saya menawarkan suatu metode yang menggabungkan zikir asma’ulhusna dengan tehnik olah napas dan do’a. Kalimat Asma’ulhusna dibaca didalam hati ketika menahan napas, kemudian hembuskan nafas seraya berdo’a atau mengucapkan kalimat tahlil, tahmid atau takbir. Dzikir dengan cara seperti ini termasuk dzikir Qalbu (bathin) sebagaimana disebutkan dalam surat Al A’raaf 205.

"Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai."

(Al-Araaf 205)

Dzikir ini lebih utama dilakukan seorang diri, dengan membaca asma’ulhusna didalam hati, tanpa mengeluarkan suara dari mulut. Dilakukan setelah selesai sholat lima waktu, sholat sunah, sore hari atau pada waktu malam hari , dilakukan dalam keadaan suci dari hadas (berwuduk).

I. Dzikir Pernapasan Asma’ulhusna Cara Pertama

  1. Setelah sholat lima waktu, duduk bersila, kemudian baca Istighfar 99x atau 100x, Tasbih (Subhanallah), Tahmid (Alhamdulillah) dan Takbir (Allahuakbar) masing masing sebanyak 99 atau 100x , menggunakan alat bantu biji tasbih 33×3 yang banyak didapat dipasaran.

  2. Tarik napas perlahan lahan sambil membaca
    didalam hati ” Hasbiyallahu wanikmal wakil, nikmal maula wa ni’man nashir (Cukup Allah pelindung kami, Dia sebaik pemimpin dan sebaik-baik penolong) . Hembuskan napas per-lahan2 sambil membaca Istighfar didalam hati sebanyak 33x.
    Tahan napas sambil membaca ” Laa haula wala quwwata illa billahil aliyyil adhzim ( Tidak ada daya kami melainkan dengan pertolongan Allah yang maha Besar)”. Kemudian tarik napas kembali seperti diatas sambil membaca Surat Yasin ayat 83 : ” Hasbiyallahu…..dst dan selanjutnya hembuskan napas sambil membaca istighfar sebanyak 33x…demikian seterusnya hingga 3 x 33. Jika menahan napas setelah istighfar 33 x dirasa berat, maka untuk sementara tidak perlu dilakukan, sehingga selama Dzikir akan dilakukan menarik dan menghembuskan napas secara perlahan lahan disertai dengan dzikiir dan istighfar. Selanjutnya lakukan hal yang sama untuk membaca kalimat Tahmid (Subhanallah) dan Takbir (Allahuakbar).

  3. Selanjutnya teruskan dengan kegiatan membaca kalimat Asma’ulhusna, misalnya yaa Rahman…… ya Rohiim……. yaa Malik……. yaa Quddus……. ya salam……. ya Mukmin dengan cara sama seperti diatas. Tarik napas perlahan lahan sambil membaca ” Hasbiyallahu wanikmal wakil, nikmal maula wa ni’man nashir (Cukup Allah pelindung kami, Dia sebaik pemimpin dan sebaik-baik penolong). Hembuskan napas sambil membaca yaaa Rahman…. didalam hati sebanyak 33x. Tahan napas sambil membaca ” Laa haula wala quwwata illa billahil aliyyil adhzim ( Tidak ada daya kami melainkan dengan pertolongan Allah yang maha Besar)”. Kemudian tarik napas kembali seperti diatas sambil membaca ” Hasbiyallahu…. ” dst dan selanjutnya hembuskan napas sambil membaca yaa Rahman… sebanyak 33x… demikian seterusnya hingga 3 x 33 , jika mau boleh digenapkan jadi 100 x dengan menambah 1 kalimat ya Rahman..
  4. Demikian selanjutnya bisa dilakukan hal yang sama untuk membaca Asma’ulhusna yang lain seperti ..yaa Rahiim, ya Malik, ya Quddus……. yaa Latif, yaa Qohhar… dan seterusnya. Jika kaki terasa semutan silahkan dirubah posisi duduknya, sehingga jalan darah bisa lancar kembali. Usahakan pada waktu menarik napas perut dikembungkan dan pada akhir penarikan napas pundak sedikit dinaikan sehingga paru paru penuh sempurna. Pada waktu menghembuskan napas perut dikempiskan sehingga udara diparu paru kosong sempurna, demikian seterusnya.

II. Dzikir Pernapasan Asma’ulhusna Cara Kedua

  1. Setelah sholat lima waktu, duduk bersila, kemudian baca Istighfar 99x atau 100x, Tasbih (Subhanallah), Tahmid (Alhamdulillah) dan Takbir (Allahuakbar) masing masing sebanyak 99 atau 100x , menggunakan alat bantu biji tasbih 33×3 yang banyak didapat dipasaran.

  2. Tarik napas perlahan lahan sambil membaca ” Hasbiyallahu wanikmal wakil, nikmal maula wa ni’man nashir (Cukup Allah pelindung kami, Dia sebaik pemimpin dan sebaik-baik penolong) . Tahan napas sambil membaca Istighfar didalam hati sebanyak 33x.
    Selanjutnya hembuskan napas perlahan-lahan sambil membaca ” Astaghfirullahal adzim alladzii laa illahuwal hayyul qoyyum wa athuubu ilaihi ( Aku mohon ampun pada Allah yang besar, yang tiada tuhan selain Dia, yang hidup dan berdiri sendiri )”. Kemudian tahan napas sambil membaca ” Fasubhanalladzii bi yadihii malakuutu kulli syai’in wa ilaihi turja’uun (Maha suci Allah yang ditanganNya kekuasaan segala sesuatu, dan kepada-Nya kamu dikembalikan) ” Selanjutnya kembali kepada langkah semula yaitu tarik napas kembali seperti diatas sambil membaca ” Hasbiyallahu…..dst dan selanjutnya tahan napas sambil membaca istighfar sebanyak 33x…demikian seterusnya hingga 3 x 33, jika mau sempurnakan menjadi 100 x dengan menambah 1x istighfar. Pola pernapasan yang digunakan adalah pola pernapasan segi empat Tarik…..tahan….hembuskan dan tahan…kemudian kembali kepada siklus semula. Ketika menarik napas perut dikembungkan, ketika menahan napas perut ditekan (dikeraskan) dubur ditarik keatas, ketika menghembuskan napas perut dikempiskan . Selanjutnya lakukan hal yang sama untuk membaca kalimat Tahmid (Subhanallah) dan Takbir (Allahuakbar

  3. Selanjutnya teruskan dengan kegiatan membaca kalimat Asma’ulhusna, misalnya yaa Rahman…… ya Rohiim……. yaa Malik……. yaa Quddus……. ya salam……. ya Mukmin dengan cara sama seperti diatas. Tarik napas perlahan lahan sambil membaca ” Hasbiyallahu wanikmal wakil, nikmal maula wa ni’man nashir (Cukup Allah pelindung kami, Dia sebaik pemimpin dan sebaik-baik penolong). Tahan napas sambil membaca …yaaa Rahman…. didalam hati sebanyak 33x.
    Hembuskan napas sambil membaca kalimat tahlil “Laa illaha illallahu wahdahu laa syariikalahu, lahu mulku walhul hamdu yuhyii wayumiitu wa huwa ala kulli syai’in kodir ( Tidak ada Tuhan selain Dia sendiri, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagiNya kerajaan dan bagiNya pujian Dia yang menghidupkan dan mematikan dan dia maha kuasa atas segala sesuatu)”. Kemudian tahan napas sambil membaca ” Fasubhanalladzii bi yadihii malakuutu kulli syai’in wa ilaihi turja’uun (Maha suci Allah yang ditanganNya kekuasaan segala sesuatu, dan kepada-Nya kamu dikembalikan) ” Selanjutnya kembali pada langkah semula dengan menarik napas kembali seperti diatas sambil membaca ” Hasbiyallahu…..dst dan selanjutnya tahan napas sambil membaca yaa Rahman… sebanyak 33x… demikian seterusnya hingga 3 x 33, jika mau boleh digenapkan jadi 100 x dengan menambah 1 kalimat asma’ulhusna.

  4. Demikian selanjutnya bisa dilakukan hal yang sama untuk membaca Asma’ulhusna yang lain seperti ..yaa rahiim, ya Malik, ya Quddus……. yaa Latif, yaa Qohhar… dan seterusnya. Jika kaki terasa semutan silahkan dirubah posisi duduknya, sehingga jalan darah bisa lancar kembali. Usahakan pada waktu menarik napas perut dikembungkan dan pada akhir penarikan napas pundak sedikit dinaikan sehingga paru paru penuh sempurna. Waktu menahan napas perut ditekan (dikeraskan) dan dubur ditarik keatas. Pada waktu menghembuskan napas perut dikempiskan sehingga udara diparu paru kosong sempurna, demikian seterusnya. Kalimat tahlil waktu menghembuskan napas dapat diganti dengan kalimat dzikir lainnya , dengan do’a dari Al Qur’an atau ayat Qur’an lainya seperti ayat Qursyi atau Al Baqarah ayat 286. Do’a yang diucapkan ketika menghembuskan napas bisa juga dalam bahasa Indonesia yang isinya disesuaikan dengan kalimat asma’ulhusna yang dibaca. Misalnya minta dilapangkan rezeki ketika membaca ya Razak, ya Ghoniyyu, minta diberi kekuatan , atau jabatan ketika membaca yaa Malik …dst.

III. Dzikir Pernapasan Asma’ulhusna Cara Ketiga

Dzikir Asma’ulhusna cara ketiga ini pada dasarnya sama dengan cara kedua, hanya saja kalimat Asma’ulhusna dibaca dengan sebanyak-banyaknya tanpa dihitung.Tarik napas pelahan lahan sambil membaca kalimat istighfar, tasbih, takbir, atau Asma’ulhusna sebanyak-banyaknya. Setelah paru paru penuh dengan udara, tahan napas sambil tetap membaca istighfar, tasbih, tahmid, takbir atau Asma’ulhusna sebanyak banyakny. Jika lama (masa) menahan napas dirasakan sudah cukup, Hembuskan napas sambil membaca kalimat tahlil” laa illaha illallahu wahdahu laasyariikalahu, lahu mulku walahulhamdu, yuhyii wayumiitu wahuwa ala kulli syai’inqodir ( Tidak ada Tuhan selain Allah yang satu, tidak ada sekutu bagiNya, baginya kerajaan dan baginya pujian, Dia yang meghidupkan dan mematikan, dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu)”.

Bacaan yang dibaca ketika menghembuskan napas ini bisa juga diganti dengan do’a dari Qur’an atau do’a dalam bahasa Indonesia sesuai dengan hajat atau selaras dengan kalimat Asma’ulhusna. Misalnya berdo’a mohon rezeki setelah Asmaulhusna “ Ya Rozak, ya Mughni atau ya Ghoniyy, atau mohon jabatan, kekuasaan, kemenangan, kekuatan setelah membaca “ ya Malik. Ya Aziz, ya Jabbar dan seterusnya. Tahan napas sambil membaca surat yasin ayat 83 seperti pada cara kedua diatas. “ Fasubhanalladzii bi yadihii malakuutu kulli syai’in wa ilaihi turja’uun (Maha suci Allah yang ditanganNya kekuasaan segala sesuatu, dan kepada-Nya kamu dikembalikan) “

Cara kedua dan ketiga ini lebih berat dibandingkan cara pertama, karena dilakukan dengan teknik penahanan nafas. Bagi yang sudah biasa melakukan teknik pernapasan pada pelatihan tenaga dalam, seni bela diri, yoga dan lain sebagainya tentu tidak akan mengalami kesulitan melakukan ini. Bagi yang belum pernah melakukan teknik olah nafas sebaiknya berkonsultasi dengan yang sudah menguasai teknik pernapasan yang biasa diberikan pada perguruan seni bela diri atau tenaga dalam. Teknik ini jika dilakukan secara kontinu disamping memberi kekuatan pada Ruh juga dapat membangkitkan energi magnetis disekitar tubuh yang melindungi tubuh dari berbagai bahaya dan bekerja secara otomatis. Dipadang mahsyar kelak energi itu akan terlihat berupa cahata yang memancar disekeliling tubuh orang yang beriman sebagaimana disebutkan dalam surat Al Hadid ayat 12 :

"(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang banyak."
(Al Hadid 12)


Energy itu juga akan melindungi tubuh dari sengatan api neraka, ketika kita harus singgah dilembah neraka sebagaimana disebutkan dalam surat Maryam ayat 71-72. Dalam surat Maryam ayat 71-72 dinyatakan bahwa tidak ada satu orangpun yang tidak melintas dilembah Neraka. Orang yang tidak memiliki perbekalan cukup tentu akan terbakar tatkala kakinya menginjak lembah Neraka. Namun orang yang telah memiliki perbekalan cukup, melindungi dirinya dengan banyak berzikir mengingat Allah ketika hidup didunia ini , niscaya tidak akan merasakan panasnya bara api neraka tersebut.

Orang yang tidak ber-Iman dan tidak pernah berzikir pada Allah, niscaya tubuhnya akan terbakar tatkala menginjak bara api neraka, dan mereka tidak memiliki kemampuan untuk keluar dan menyelamatkan diri dari ganasnya api neraka tersebut. Mereka berdiam kekal selamanya didalam lembah neraka yang panas. Sementara orang yang ber-Iman, bertakwa dan banyak berzikir akan berjalan dengan mudah dilembah neraka, sampai akhirnya mereka keluar dari lembah neraka tersebut melanjutkan perjalanan ke Taman Syurga dan berdiam kekal selamanya di sana .

Dalam pelaksanaan Dzikir Asma’ulhusna ini bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi tidak dianjurkan melakukan cara kedua ini, penahanan napas cenderung meningkatkan tekanan darah, sebaiknya lakukan cara pertama yang tidak ada unsur penahanan napas. Sebaliknya pernapasan yang panjang , lembut , perlahan sangat baik bagi pengidap penyakit darah tinggi karena pernapasan seperti ini menimbulkan rasa relaks dan membuka lebar pembuluh darah sehingga cenderung menurunkan tekanan darah.

Khasiat dan manfaat Dzikir Pernapasan Asma’ulhusna

Membaca Asma’ulhusna dengan teknik olah napas memiliki beberapa keunggulan dibanding tanpa pengolahan napas, antara lain:

  1. Memaksimalkan bekerjanya paru paru dalam menyerap oxygen dan membuang gas Co2
  2. Membersihkan paru paru dari udara basi atau udara sisa yang tertinggal didalam paru paru
  3. Meningkatkan kadar oxygen didalam darah dan melancarkan distribusi oxygen keseluruh organ tubuh yang membutuhkan
  4. Meningkatkan kinerja organ penting tubuh seperti jantung, paru2, ginjal, liver , pembuluh-pembuluh syaraf dan lain sebagainya
  5. Membangkitkan medan energy setiap sel tubuh, yang secara kumulatif pada akhirnya akan memancar berupa kekuatan medan bio-magnetis (energy ilahi) disekitar tubuh, energy ini akan berkerja melindungi tubuh secara otomatis dari berbagai kejahatan dan kejadian buruk yang datang menghampiri, dalam kehidupan dunia maupun akhirat (alam barzakh, padang Mahsyar)
  6. Meningkatkan konsentrasi pada makna dan maksud kalimat Asma’ulhusna
  7. Menghilangkan rasa bosan serta mengantuk yang biasanya muncul ketika sedang membaca kalimat dzikir atau Asma’ulhusna
  8. Menguatkan dan menyegarkan Ruh dengan kalimat Asma’ulhusna
  9. Menguatkan Ruh dengan sifat yang terkandung pada masing – masing Asma’ulhusna, seperti yaa Malik (kekuatan, kekuasaan, kewibawaan, kepemimpinan), yaa Jabbar (kemampuan mendapat yang diinginkan, memaksakan kehendak), yaa Rahman , yaa Rahim (membangkitkan rasa simpati, kasih sayang dan kecintaan), yaa Razak, yaa Mughni ( Kemudahan mendapatkan rezeki , kekayaan dan kemakmuran), yaa Quddus (terpelihara dari sifat buruk seperti pemarah, kikir, dengki, ria, takabbur, sombong), yaa Aliim (memiliki ilmu yang luas dan dalam)…… dan seterusnya.
  10. Menghadirkan sifat Allah yang terkandung dalam Asma’ulhusna didalam diri, sehingga dicintai Allah dan mendapat berbagai kemudahan dalam menjalani kehidupan dunia maupun akhirat.
  11. Membangkitkan kerinduan yang mendalam pada Allah penguasa alam semesta, yang pada gilirannya juga akan menimbulkan kecintaan Allah pada diri kita.
  12. Asma’ulhusna akan mengendap dalam fikiran bawah sadar, sehingga dalam keadaan sehari hari fikiran akan terus menerus menyebut Asma’ulhusna , sehingga jadilah ia orang yang terus menerus berzikir ketika berdiri, duduk dan berbaring.
  13. Mendapat semua manfaat dan kenikmatan yang telah dijanjikan Allah dalam Al Qur’an bagi orang ber-iman, bertawakkal dan bertakwa.
  14. Mendapat kenikmatan dan asyiknya membaca Asma’ulhusna , sehingga sanggup duduk berlama lama membaca Asma’ulhusna tanpa merasa bosan dan lelah.

Metode ini pada awalnya memang terasa berat, terutama pada sat menahan napas. Namun setelah terbiasa , manfaatnya akan segera terasa dibandingkan tanpa penahanan napas. Bagi anda yang pernah mengikuti latihan olah napas pada perguruan seni beladiri, tenaga dalam, seni pernapasan seperti Satria Nusantara, Mahatma, Kalimasada dan lain sebagainya tentu tidak akan mengalami kesulitan melakukan metode ini. Bagi anda yang belum pernah mengikuti pelatihan tehnik olah napas sebaiknya berkonsultasi dengan teman yang sudah menguasai teknik olah napas. Hati hati, napas ditahan diperut bukan didada, ketika menahan napas dubur ditarik keatas. Jika merasa tidak nyaman ditubuh, hentikanlah mungkin ada kekeliruan pada teknik pengolahan napas. Jika metode yang dilakukan tepat dan benar anda akan merasakan keasyikan dan kenikmatan yang sangat prima selama melakukan dzikir ini. Badan terasa segar, hidup penuh energy dan semangat jauh dari perasaan sedih, kecewa, jengkel, cemas, takut, kuatir, dan stress yang berkepanjangan.

Agar aliran darah tetap lancar dan tidak mengalami kesemutan selama berdzikir , sebaiknya posisi duduk sering dirubah, misalnya dari duduk bersila , menjadi duduk iftirosh, duduk tahiyat atau duduk dengan kedua kaki dihimpit. Dengan melakukan dzikir pernapasan Asma’ulhusna ini insya Allah anda akan mampu mengatasi berbagai masalah yang menghadang dalam hidup ini. Dipadang Mahsyar kelak kalimat dzikir yang anda baca akan memancar disekeliling tubuh menjadi cahaya yang bersinar melindungi diri dari sengatan matahari dan panasnya api neraka. Ketika amalan ditimbang dihari berhisab nanti, kalimat dzikir ini juga akan menambah berat timbangan amal kebaikan. Dengan banyak zikir hidup terasa lebih nikmat dan mudah.

Bagi pemula yang ingin melakukan dzikir asma’ulhusna tanpa diiringini teknik pengolahan napas juga dipersilahkan. Baca ya Rahman 100x, selingi dengan do’a. selanjutnya yaa Malik 100x selingi dengan do’a demikian seterusnya. Konsentrasikan fikiran pada makna dan pemahaman kalimat Asma’ulhusna tersebut.

 
  • Ceriwis

    Ceriwis
    Forum Gaul
  • Follower

  • About Me

    My photo
    It's Not Who I Am Underneath, but what I do that defines me.