• Sebuah Perjalanan

    Perjalanan apapun, dimulai dari sebuah langkah kecil.

  • Singha Barwang

    Singha Barwang / Macan Ali adalah simbol kerajaan di Cirebon. Merupakan kaligrafi berbentuk seekor singa.

  • Makrifatullah

    MAKRIFAT IALAH :Mengenal Allah SWT.pada Zat-nya,pada Sifat-nya,pada Asma'nya dan pada Af'al-nya.

  • Rajah Kalacakra

    Ilmu Rajah KalaCakra merupakan ilmu untuk menyerang makhluk halus yang mengganggu kita.

  • Abdul Jabbar

    لا فتى إلا علي ولا سيف إلا ذوالفقار

Thursday, July 14, 2011

Proses Abah H. Toha Mencari Ilmu


Alm. Abah H. Toha bin Si'eng
(1882-1972)

Di awali dengan Pak Toha yang semenjak kecil yang selalu bercita cita untuk mempunyai ilmu yang sangat dia idam-idamkan ( ilmu yang mempunyai karakteristik seperti Al-Hikmah yang nanti akan di jelaskan).

Kemudian Pak Toha muda pergi belajar salah satu pesantren di daerah Banten dan belajar di sana selama 7 tahun. Namun selama tujuh tahun di sana dia hanya mendapat kan ilmu Tariqat, Fiqih dan silat Cipecut.

Biaya yang dia keluarkan sudah banyak namun ilmu yang dia idam-idamkan belum juga dia miliki, akhirnya Pak Toha pulang ke rumahnya di Jakarta. Ketika dalam perjalanan pulang menggunakan kereta api, beliau terus melamun memikirkan biaya yang telah habis namun ilmu yang dia idam-idamkan belum juga di dapatkan.

Ketika sedang terbuai dalam lamunannya, datanglah 3 orang jawara menghampiri. Salah satu dari mereka langsung berkata : "Ada ilmu yang hanya membaca dua kalimat syahadat, tetapi bila di tunjuk ke orang yang berniat jahat, maka orang itu langsung terpental."

Pak Toha kaget karena itu lah salah satu ciri ilmu yang dia idam idamkan. Kemudian dia bertanya "Ilmu apa? Dan dimana saya bisa mempelajarinya?"

Tanpa banyak bicara salah seorang dari ketiga jawara itu menulis satu alamat pesantren di bungkus rokok.

Pada saat membaca alamat tsb, Pak Toha lalu menoleh ke 3 orang jawara tsb namun mereka sudah tidak ada, bahkan di cari di seluruh gerbong kereta tetap tidak ada.

Sesampai nya di rumah, bapak dari Pak Toha sedih karena cita-cita anaknya belum tercapai.. Namun pak toha menceritakan kejadian di kereta yang kemudian membangkitkan semangat bapak nya lagi.

Kemudian orang tua Pak Toha menjual kuda dan delmannya sehingga beliau beralih profesi yang tadinya tukang delman menjadi tukang daun dan tali demi tercapainya keinginan anaknya.

Alkisah Pak Toha kemudian berangkat ke pesantren yang di tuliskan oleh salah satu jawara di kereta. Di perjalanan Pak Toha melewati sawah yang sangat luas dan beliau sempat tidur beralaskan jerami di sawah tersebut karena kelelahan.

Sesampainya di pesantren yang di tuju, Pak Toha langsung bertemu dengan Kyai di pesantren tersebut. Selesai menjawab salam dari Pak Toha, Kyai tersebut langsung bertanya "Mau kemana kamu, Toha?" Pak Toha kaget karena Kyai tersebut sudah mengetahui namanya sebelum dia menyebutkan nama. Kemudian Pak Toha menjawab "Saya hanya ingin mencari ilmu kyai."

Kemudian Kyai yang bernama H. Oddo bin Syekh Abdul Karim Banten tersebut berkata "Karena ilmu Qiroat dan fiqih kamu sudah cukup, maka kamu tidak perlu lagi belajar seperti santri yang lain. Kamu hanya cukup mengisi bak air wudhu di masjid."

Tiga tahun kurang sepuluh hari lamanya pak toha hanya menjadi seorang pengisi bak tempat berwudu santri yang jumlahnya kurang lebih 300 orang. Pak Toha yang selama 3 tahun itu tinggal di masjid tidak pernah sekalipun melihat H. Oddo sholat di masjid, baik sholat 5 waktu atau pun shalat Jum'at. Beliau hanya bertemu dengan H. Oddo hanya pada waktu selepas dhuha yang mengajaknya mengurus kebun.

Karena selama 3 tahun Pak Toha merasa tidak belajar apa-apa, kemudian pada suatu hari pada waktu subuh Pak Toha mendatangi H. Oddo sambil membawa Al-Quran dengan maksud hendak belajar lagi mengaji. Namun keinginannya di tolak oleh H. Oddo dengan ucapan "Toha, ilmu qiroat kamu sudah cukup kamu pelajari dulu di banten."

Kemudian Pak Toha hanya di suruh membeli daun kawung (daun untuk tembakau) dan di suruh menunggu di masjid serta tidak boleh tidur sampai H. Oddo datang. Setelah membeli daun kawung Pak Toha menunggu H. Oddo di masjid sampai jam 2 malam yang akhirnya H. Oddo baru datang.

Karena melihat sampai pada saat itu Pak Toha belum juga tidur, kemudian H. Oddo melihat kesungguhan dari Pak Toha kemudian H. Oddo duduk di depan Pak Toha.

Beliau meminta daun kawung yang tadi di beli Pak Toha, kemudian beliau mencabut satu helai dari daun kawung tersebut. Anehnya di helai kawung tersebut sudah tertulis ayat Al-Quran. Kemudan H. Oddo menunjukan pada Pak Toha dan berkata "Ini bukan yang kamu cari ,Toha?" Pak Toha menjawab "Bukan."

Helai demi helai di cabut dan Pak Toha selalu menjawab bukan, hingga akhirnya hanya tersisa dua helai. H. Oddo bertanya : "Bagaimana jika yang kamu cari tidak ada di sini?" Pak Toha menjawab : "Saya ikhlas jika memang tidak ada, tapi tolong lah beri saya petunjuk Kyai."

H. Oddo itu tersenyum dan kemudian mencabut 2 helai kawung yang tersisa yang ternyata bertuliskan dua kalimat syahadat.

Pak Toha langsung sontak berbicara "Ya, itu yang saya cari, Kyai."

Kemudian H. Oddo membelah daun kaung tersebut. Sambil berkata : "Semua yang bergerak di perut adalah hak kamu dan yang bergerak di tangan adalah hak H. Amilin.. Dan pada suatu saat nanti ada murid kamu yang menyatukanya."

Sebegitu lamanya perjuangan Pak Toha untuk mendapatkan ilmu yang dia idam-idamkan. Bersyukur lah bagi para ikhwan yang telah mendapatkanya (dengan mudah).

Kemudian Pak Toha mendirikan perguruan SINLAMBA yang mempunyai 60 murid utama yang salah satunya adalah Abah H. Syaki.

Categories:
 
  • Ceriwis

    Ceriwis
    Forum Gaul
  • Follower

  • About Me

    My photo
    It's Not Who I Am Underneath, but what I do that defines me.