• Sebuah Perjalanan

    Perjalanan apapun, dimulai dari sebuah langkah kecil.

  • Singha Barwang

    Singha Barwang / Macan Ali adalah simbol kerajaan di Cirebon. Merupakan kaligrafi berbentuk seekor singa.

  • Makrifatullah

    MAKRIFAT IALAH :Mengenal Allah SWT.pada Zat-nya,pada Sifat-nya,pada Asma'nya dan pada Af'al-nya.

  • Rajah Kalacakra

    Ilmu Rajah KalaCakra merupakan ilmu untuk menyerang makhluk halus yang mengganggu kita.

  • Abdul Jabbar

    لا فتى إلا علي ولا سيف إلا ذوالفقار

Showing posts with label Supranatural. Show all posts
Showing posts with label Supranatural. Show all posts

Friday, August 5, 2011

Rajah Kalacakra




Sejarah mencatat kehebatan ilmu Rajah Kalacakra. Suatu ketika, keris Sunan Kudus yang namanya keris Kalacakra dirajahkan ke kursi tempat pertemuan antara Sultan Hadiwijaya/Jaka Tingkir dan Pangeran Arya Penangsang/Aryo Jipang Panolan. Namun ternyata berakhir dengan senjata makan tuan karena Sultan Hadiwijaya sudah diperingatkan oleh Sunan Kalijaga untuk menukar tempat duduk dengan Arya Penangsang karena kursi yang sudah dipersiapkan oleh Sunan Kudus untuk beliau telah dirajah dengan rajah kalacakra yang dapat mengakibatkan semua kesaktiannya hilang bahkan lumpuh total.

Sultan Hadiwijaya meminta kepada Arya Penangsang untuk menukar tempat duduk. Karena tersinggung dengan permintaan tersebut, Pangeran Arya Penangsang pun menyanggupinya padahal dia paham bahwa Sunan Kudus sudah menorehkan Rajah Kalacakra yang bila diduduki akan fatal akibatnya. Akibatnya seketika itu juga semua ilmu kesaktian Arya Penangsang sirna.

Sultan Hadiwijaya kemudian menyuruh Ki Ageng Pamanahan beserta anak angkatnya Raden Ngabehi Lor Ing Pasar atau Raden Sutawijaya mengadakan perang tanding kembali. Arya Penangsang tewas mengenaskan dengan perut robek terburai sampai ke usus akibat ditusuk tombak Kyai Plered. Sedangkan keris sakti milik Pangeran Arya Penangsang sendiri yaitu Kyai Setan Kober yang legendaris tersebut seperti tawar ketika menghadapi tombak Kyai Plered.

Begitu kisah singkat kehebatan Rajah Kalacakra yang pernah dikuasai salah seorang Wali Sanga yaitu Sunan Kudus/Syech Jafar Shodiq. Rajah Kalacakra Sunan Kudus ini konon sampai sekarang masih dilestarikan salah satu keturunan beliau yang tinggal lokasi Masjid Agung Kudus yaitu dimiliki ulama yang masih dihormati disana.

Ilmu Rajah Kala Cakra merupakan ilmu yang banyak digunakan oleh para jawara masa lalu di antaranya menawarkan ajian, menyerang balik kekuatan gaib musuh dan memiliki kekuatan menyerang makhluk halus hingga terluka parah. Rajah Kalacakra juga ampuh untuk mengusir makhluk halus jahat dengan cara memasangnya di tempat-tempat yang dicurigai ada makhluk halusnya.

Rajah Kalacakra ini dipercaya menggetarkan simpul energi di Jagad Besar (macrocosmos) dan juga di Jagad Kecil (microcosmos) sehingga menimbulkan sebuah kekuatan yg mampu melindungi dari segala yg jahat. Dalam tubuh manusia dipercaya ada 7 (tujuh) Cakra (simpul energi). Energi manusia disamping dari makanan dan minuman, juga dari energi yg keluar masuk ke Cakra ini. Sebuah “Mantra” dengan nada tertentu berpengaruh ke Cakra tertentu dan mengaktifkannya.

BANYAK VERSI
Banyak versi dari mana rajah kalacakra ini berasal. Di dalam khasanah Hindu Budha juga sudah lama dikenal. Di dalam Buddhisme dikenal “Kalachakra Vajra” yang konon sudah ada sejak zaman Arya Sakyamuni Buddha saat membabarkan Dharma/Ajaran Kebenaran. Kalachakra Vajra merupakan satu dari lima Maha Vajrasatva atau pelindung Dharma Rahasia dan Para Penekunnya. Kalachakra secara filosofis bermakna roda raksasa simbol waktu.

Roda raksasa di dalam waktu bisa melahirkan dan menumbuhkan segalanya, seluruh insan, seluruh makhluk dunia, semuanya dihasilkan di dalam roda raksasa dari waktu, tumbuh, kuat, lemah, kemudian, mati, semuanya di dalam roda raksasa dari waktu. Kalachakra mengendalikan waktu tiada awal, semuanya berada di dalam lingkup kendali-Nya, termasuk waktu dan ruang. Semua pembentukan ruang, juga dikendalikan oleh Kalachakra, seperti matahari, bulan, 9 planet besar, seluruh bintang di alam semesta, tanah, air, api, angin, semuanya di dalam kendali Kalachakra.

Keberhasilan memahami “Kalachakra” bebarti mampu menguasai tanah, air, api, dan angin hingga mencapai tingkat “Buddha Kalachakra”. Di dalam proses bersadhana akan dihasilkan kedayagaiban yang berasal dari tanah, air, api, dan angin alam semesta. Dengan melatih “Kalachakra” berarti melatih tanah, air, api, dan angin, karena kita sudah menyatu dengan yoga tanah, air, api, dan angin alam semesta kekuatan sadhana kita sendiri. Sehingga kita bisa mengendalikan gempa bumi, mengendalikan gunung berapi, mengendalikan kadar hujan, mengendalikan angin topan dan petir.

Thursday, August 4, 2011

Tenaga Dalam




Setiap orang secara otomatis memiliki tenaga dalam sebagai bawaan lahir. Tenaga dalam sebagai energi cadangan, tetapi kenyataannya cadangan energi ini jauh lebih banyak daripada energi yang kita gunakan untuk menjalankan aktivitas hidup sehari-hari. Secara fisiologis tenaga dalam berasal dari unsur kimia tubuh yaitu ATP yang dapat berubah menjadi energi melalui proses metabolisme tubuh. Energi yang dihasilkannya sangat melimpah ruah, bahkan menjadi kekuatan yang luar biasa apabila manusia sedang dalam keadaan tertentu misalnya mengalami kepanikan, terancam bahaya, trance, bahkan keadaan hipnosis. ATP juga berfungsi sebagai energi cadangan, misal setelah lelah bekerja, olah raga, pikiran tegang dengan beristirahat sejenak maka tenaga akan pulih kembali. Energi yang dihasilkan oleh ATP dalam kehidupan sehari-hari hanya dimanfaatkan kurang lebih 2 – 5 % saja dan sudah mampu menghasilkan suhu tubuh, metabolisme tubuh, mengaktifkan zat-zat kimia dalam tubuh, menjalankan fungsi alat-alat pencernaan, aktivitas seluruh saraf, serta organ tubuh lainnya. Sementara itu tenaga yang 95 – 97,5% masih tersimpan sebagai energi cadangan berlimpah, selanjutnya disebut sebagai tenaga dalam.

PEMBANGKIT TENAGA DALAM

Dengan upaya-upaya latihan olah pernafasan (khusus) secara giat dan tekun, kita akan pandai mengelola tenaga dalam seperti : membangkitkan, mengendalikan, dan memanfaatkan tenaga cadangan tersebut untuk berbagai macam keperluan. Misalnya untuk terapi penyembuhan, pengobatan, menjaga diri, dan lebih utama untuk menopang keseimbangan dan keselarasan antara lahir dan batin. Semakin seimbang selaras antara lahir dengan batin, solah dengan bawa, spirit dengan ilmu, kesadaran ragawi dengan rasasejati, maka pemakaian energi menjadi lebih efektif dan efisien. Sehingga otomatis tenaga cadangan kita akan semakin berlimpah. Artinya tenaga dalam yang kita miliki semakin besar dan kuat apabila sewaktu-waktu energi tersebut diperlukan. Oleh sebab itu seseorang yang tenaga dalamnya semakin tinggi ia akan semakin tenang pembawaannya. Bila dikatakan seseorang memiliki tenaga dalam tingkat tinggi namun tindak-tanduk dan perilakunya bekasakan, liar, emosional, suka membuat kerusakan dan keonaran, suka iri dan dengki, panasten, saya pastikan tenaga dalamnya hanyalah semu, alias ia hanya mengklaim dirinya orang bertenaga dalam tinggi namun kenyataannya ia hanya modal nekad saja.


Hal ini dapat menjelaskan kenapa justru orang yang emosional, sedang marah, dst sangat mudah terhantam tenaga dalam ? Jawabnya, tidak lain karena getaran emosi (nafsu) berbanding terbalik dengan getaran tenaga dalam. Jika terjadi persentuhan di antara keduanya ibarat terjadi hubungan arus pendek (korsleting) dan biasanya getaran negatif yang terpental. Semakin tinggi tingkat emosional, reaksioner (kagetan dan gumunan), jiwanya labil, mental spiritualnya belum matang, kondisi demikian akan merusak keseimbangan dan keselarasan antara lahir dan batin sehingga menjadi penghambat bagi perberkembangan tenaga dalam. Sebaliknya, seorang yang sudah pandai mengelola tenaga dalam hingga tingkat yang sangat tinggi, pastilah kepandaian itu selalu menghinggapi figur yang selaras dan seimbang antara raga dan jiwanya ; lembah manah, memiliki sopan satun, berbudi bawaleksana, penyabar, tenang lahir batinnya.


NGELMU IKU KALAKONE KANTHI LAKU

Dalam perspektif spiritual, hal ini dapat menjelaskan prinsip di mana “ilmu putih” yang sejati merupakan cerminan tingkah laku yang baik atau berbudi pekerti yang luhur. Semakin sering mengolah pernafasan dan olah meditasi, membuat jiwa dan raga lebih seimbang, harmonis, selaras. Keseimbangan yang menimbulkan efek domino untuk menyebabkan tumbuhnya ketenangan jiwa, batin, dan mental spiritual. Mata batin lebih mampu memandang segala sesuatu secara jernih dan bersih, berfikiran positif, dan perilakunya selaras dengan apa yang ada dalam hati, pikiran dan ucapanya. Semua itu diperoleh setelah kita berhasil dalam menjalani laku, dalam hal ini yakni menselaraskan dan menyeimbangkan kesadaran jiwa dan raga. Saya katakan TIDAK ADA orang yang TIDAK MEMILIKI TENAGA DALAM. Yang ada adalah tenaga dalam yang sudah terkelola dan yang tidak terkelola.


Dalam beberapa kesempatan, kadang saya lakukan transfer energi (tenaga dalam), hal itu bukan berarti saya mengisi tenaga dalam ke dalam tubuh seseorang, tetapi saya hanyalah mengatrol “voltase” tenaga dalam milik anda sendiri hingga naik beberapa tingkat yang tak bisa diukur secara matematis, namun hanya bisa kita rasakan perubahan daya “strom” nya. Selanjutnya anda mengasahnya dengan cara pernafasan, meditasi dan paling penting sering mempraktekan olah pernafasan tenaga dalam dengan cara; menyerap energi unsur-unsur bumi, dan tentu saja mempraktekannya untuk mengobati rekan-rekan yang sakit. Misalnya saya mempraktikkan mengobati anda, yang mengobati bukan saya, tetapi anda lah yang mengobati diri anda sendiri. Tugas saya hanyalah mengatrol atau meningkatkan volume tenaga cadangan anda. Selanjutnya tenaga dalam anda sendiri secara otomatis terkonsentrasi pada bagian-bagian tubuh yang sakit, sebab di sanalah terjadi ketidakseimbangan energi, dan prinsip tenaga dalam yang sudah terkelola adalah mengaliri seluruh tubuh mencari tempat-tempat yang tidak seimbang karena penyakit atau cedera. Dan semakin sering anda dipraktekan tenaga dalam akan semakin meningkat pesat kekuatan tenaga cadangan anda. Semakin tingggi tenaga dalam anda, semakin stabil emosi dan semakin seimbang mental spiritual anda. Hal itu menjadikan sikap anda semakin arif dan bijaksana. Sekti mondroguna bukanlah ngelmu karang (ilmu hitam atau yang dikarang-karang secara INSTAN) tetapi berangkat dari keluhuran budi pekerti kita.


Hal ini mengingatkan kita akan pesan dari KGPAA Mangkunegoro IV dalam serat Wredhotomo (wedhatama) Ngelmu iku kalakone kanthi laku. Lekase lawan kas, kas iku tegese nyantosani. Setya budya pangekese dur angkara …Yoiku amemangun karyenak ing tyas sesama. Berbudi bawalekasana. (Ngelmu = angel olehe ketemu, sulit diraih), tak bisa hanya berteori, namun harus dengan cara menghayatinya dalam perbuatan nyata, dimulai dengan olah raga dan jiwa, untuk selalu berbuat bagi kesejahteraan jiwa dan kesehatan raga. Menciptakan ketentraman, ketenangan, kebahagiaan kepada sesama, bangkitlah jiwanya bangkitlah raganya, menjadi pribadi yang bermanfaat bagi seluruh makhluk dan alam semesta, welas-asih, luhur budipekerti, ucapannya dapat dipercaya, janjinya selalu dipenuhi.


Proses Udara Merangsang Tenaga Dalam

Ketika udara dihisap secara normal, oksigen hanya digunakan sebatas membantu lancarnya peredaran darah tubuh, melancarkan metabolisme tubuh, dan mensuplai oksigen ke dalam jaringan sel-sel tubuh meliputi otak dan sungsum dengan kadar yang cukup (± 100mlb). Selebihnya untuk merangsang energi yang menghidupkan aktivitas tubuh (dalam batasan minimal), namun cukup untuk menggerakan tubuh secara normal. Sedangkan untuk membangkitan energi cadangan (tenaga dalam) diperlukan suply oksigen yang lebih banyak dan dilakukan secara efektif. Satu-satunya jalan adalah dengan mengubah teknik pernafasan biasa menjadi pernafasan pembangkit energi, yaitu dengan mengoptimalkan oksigen yang masuk ke dalam tubuh, jangan sampai banyak yang terbuang. Untuk membangkitkan energi tersebut secara cepat, oksigen harus diedarkan ke seluruh tubuh secara cepat pula, sedangkan sisa pembakaran (CO2) harus dibuang secara cepat melalui mulut (bukan melaui kentut :) ). Apabila tenaga dalam telah bangkit, akan merasakan sensasi berupa hawa panas atau dingin, rasa kesemutan, atau tiupan hawa secara lembut sesuai dengan kondisi tubuh.


Adapun cara pernafasannya, tariklah nafas dalam-dalam, tahan di perut bagian bawah lalu buang melalui mulut dengan hembusan yang menghentak. Agar lebih mudah, anda bisa menghitungnya demikian :

  1. Tarik nafas dalam-dalam hitunglah antara 4-7 hintungan cepat dalam hati.
  2. Tahan nafas anda kira-kira 4-7 hitungan.
  3. Buang nafas anda secara cepat dalam 2-3 hitungan.

Pada prinsipnya, anda harus memiliki jumlah hitungan surplus untuk anda simpan dalam tubuh. Jadi jumlah tarikan nafas harus lebih banyak daripada hitungan saat membuang nafas. Semakin lama anda menahan nafas di dalam perut, oksigen akan semakin luas menjalar ke seluruh tubuh. Saat itu rasakan energi yang hangat yang membuat gerah atau suhu tubuh anda meningkat. Saat itu anda akan mulai keluar keringat. Jika anda sedang bermain game anak-anak misalnya di Time Zone, anda bisa mengukur kekuatan pukulan dengan memainkan punch, bit, atau semacam game tinju. Di sana akan tertera angka yang menunjukkan kekuatan pukulan anda. Bedakan kekuatan pukulan sebelum dan saat anda mengolah nafas. Bagi pemula biasanya selisih kekuatan pukulan baru bisa mencapai 10-25 % lebih besar saat anda memainkan pernafasan.


Adalah wajar bila seseorang yang memiliki tenaga dalam yang besar, tubuhnya akan kuat dan boleh jadi kebal terhadap segala jenis benturan, senjata, penyakit dan segala gangguan medis dan non-medis, hal ini terjadi dengan adanya energi lebih yang mengaliri ke seluruh tubuh secara seimbang, sel-sel tubuhnya akan semakin padat dan searah, sehingga membuat tubuh menjadi lebih padat berisi.


INTI UDARA

Inti dari latihan pernafasan adalah menarik energi yang ada di alam semesta ini sebanyak-banyaknya ke dalam tubuh kita agar bisa dimanfaatkan secara optimal. Teknik pernafasan yang dimaksud di sini adalah adalah menghimpun inti udara, inti hawa atau yang sering disebut prana. Dalam tradisi Jepang disebut Ki, tradisi China menyebutnya sebagai Chi. Inti hawa atau prana ini bersatu dengan oksigen dan jumlahnya tak terbatas terdapat di sekitar kita. Di antaranya ada yang disebut prana matahari, adalah prana yang berasal dari sinar matahari. Prana ini berkarakter panas menyengat, bisa menyegarkan seluruh tubuh dan memberikan kesehatan yang lebih baik. Prana ini dapat diperoleh dengan menyerap cahaya atau berjemur di sinar matahari. Prana udara adalah prana yang terkandung di dalam udara atau butir-butir vitalitas udara. Prana udara diserap oleh tubuh dengan cara bernafas. Prana bumi, prana yang terkandung di dalam bumi, prana ini diserap oleh tubuh melalui telapak kaki. Berjalan dengan tanpa alas kaki akan memperbanyak menyerap prana bumi ke tubuh. Pohon termasuk memiliki prana bumi, beberapa pohon tertentu (orang zaman dulu menyebutnya sebagai pohon keramat) seperti pohon yang rindang dan besar serta subur memancarkan sebagian besar kelebihan prananya. Tidak percaya ? Coba buktikan sendiri, bila Anda mengalami kelelahan di siang hari, kemudian beristirahat di bawah pohon besar akan cepat segar kembali, tubuh anda terasa sangat nyaman dan semakin lama terasa mengantuk tanda kenyamanan yang sangat. Prana ombak laut, jenis prana ini termasuk memiliki kekuatan magis yang sangat dahsyat. Biasanya perguruan tenaga dalam memilih pantai yang berombak besar sebagai tempat latihan mengolah tenaga dalam, dengan cara menyerap energi yang berasal dari ombak lautan.


ILMU PERNAFASAN

Ilmu pernafasan memiliki pengaruh luar biasa terhadap kesehatan. Dengan mengolah pernafasan secara tepat dan rutin maka berbagai macam penyakit dapat diobati dengan sangat cepat. Pernafasan selama 60 detik dapat merileksasi jiwa & raga serta memompakan O2 (oksigen) untuk mempertahankan energi ke dalam otak dan seluruh otot-otot kita. Menurut ahli fisiologi jiwa dan raga ; sebagian besar dari kita melakukan pernafasan dangkal lewat otot dada dan tidak terjadi pernafasan secara mendalam serta efisien di dalam paru yang menyebabkan terjadinya pertukaran antara O2 yang masuk dan CO2 (karbon dioksida) yang keluar. Saat menarik dan menghembuskan nafas mendalam dari perut akan terjadi aliran darah yg mengandung O2 melalui sistem kardiovaskular untuk meningkatkan fungsi jantung dan paru dan mengantarkan tambahan nutrien untuk otot-otot yang bekerja. Dalam terminologi Jawa, disebut sebagai susuh-e angin. Atau sarangnya angin, yakni sebagai produsen penghasil energi hidup yang menghidupkan.


Pernafasan Dada & Pernafasan Perut

NAFAS DADA. Saya coba untuk membuat analogi secara sederhana, yakni pada saat seseorang sedang tidur dan saat bekerja, agar anda dapat membayangkan dan merasakan bagaimana perbedaan antara pernafasan perut dengan pernafasan dada. Secara sederhana, coba bedakan nafas anda saat bekerja keras, berlari, dan saat tegang. Pada saat itu dada anda yang kembang kempis menghirup dan menghembuskan udara. Nafas dada ini sebagai respon otomatis di saat anda membutuhkan banyak-banyak tenaga untuk aktifitas tubuh.


NAFAS PERUT. Rasakan saat kondisi anda sedang tenang, tenteram. Atau perhatikan teman anda yang sedang tertidur pulas. Maka akan terlihat perut yang kembang kempis menghirup dan menghembuskan udara. Nafas perut inilah yang efektif melakukan pemulihan tenaga saat kelelahan tubuh. Nafas perut juga efektif mengumpulkan cadangan tenaga. Pada saat anda melakukan meditasi, nafas perut inilah yang harus terjadi. Hanya saja terdapat perbedaan antara nafas meditasi dengan nafas tenaga dalam. Meditasi tidak perlu menahan nafas dalam perut.


Nah, dalam melakukan latihan olah pernafasan tenaga dalam yang baik dan benar, anda harus bernafas seperti saat anda tertidur. Tarik nafas dalam-dalam dan longgarkan atau kembangkan (gembungkan) perut anda. Saat anda menghembuskan nafas melalui mulut, perut anda akan segera mengempis lagi.


Kesalahan dalam Olah Pernafasan

Dalam berbagai pelatihan tenaga dalam, seringkali saya temui kesalahan dalam mengolah nafas yang ideal dan benar. Kesalahan itu terletak pada pernafasan dada. Ketika anda menghirup nafas, lalu menahan nafas, justru dada yang mengembang dan pasti terasa sensasi sesak nafas (pengap). Salah satu ciri apabila pernafasan anda belum benar, saat menahan nafas, Anda tidak akan bisa berbicara, atau nafas anda akan nggembos melalui mulut jika anda berbicara. Bila anda sudah benar mengolah nafas perut atau pernafasan tenaga dalam, saat anda menahan nafas tetap bisa berbicara, dan udara tidak akan bocor keluar lewat mulut dan hidung. Itulah perbedaannya yang mendasar.


MANFAAT OLAH PERNAFASAN

Secara medis, olah pernafasan akan membantu perkembangan gelembung sel paru-paru. Gelembung sel dalam paru-paru ini jumlahnya mencapai jutaan, andaikan bisa digelar bisa mencapai seluas lapangan bola. Paru-paru yang sakit jumlah gelembung selnya akan berkurang. Dengan olah pernafasan akan sangat membantu pemulihan jumlah gelembung sel paru-paru mencapai kondisi normal kembali. Di samping itu dengan latihan pernafasan yang rutin, emosi menjadi lebih stabil terkendali, sehingga orang yang bertabiat pemarah, iri hati, dengki, selalu berfikiran negatif, mudah tersinggung, akan menjadi lebih sabar, tenang, dan matang. Emosi menjadi lebih “cerdas dan dewasa”. Demikian juga penyakit yang ditimbukan oleh stress akan hilang dan berubah menjadi rasa percaya diri, ketentraman, dan kebahagiaan.


Sedangkan bagi yang sudah sehat, dengan mengikuti latihan pernafasan akan meningkatkan stamina, daya tahan tubuh dan tentu saja meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja. Bahkan dengan mengikuti latihan pernafasan tenaga dalam, kemampuan otak berkaitan dengan kekuatan analisa dan daya ingat akan meningkat tajam. Kita juga akan terbebas dari kebiasaan dan ketergantungan menggunakan obat-obatan medis. Bila kita sudah mampu mengoptimalkan teknik pernafasan ini, kita akan mempunyai kemampuan yang Luar Biasa, yaitu mampu menyalurkan tenaga / tenaga dalam / inner energy dari tubuh kita ke orang lain. Bahkan kita dapat mengobati orang lain dari jarak jauh tanpa harus menyentuh tubuhnya, bisa dilakukan dengan hanya melalui media suara saja (suara via telpon).


HAWA MURNI

Beberapa orang menyamakan antara tenaga dalam atau prana dengan hawa murni. Namun demikian, apa yang saya rasakan dan saksikan sendiri selama ini sangat berbeda, hingga dapat menyimpulkan bahwa antara tenaga dalam dengan hawa murni sangat berbeda. Dapat dikatakan hawa murni merupakan intisari tenaga dalam atau energi yang kedudukannya secara berseri lebih dalam dari tenaga dalam sendiri. Sumber dari segala sumber energi dalam tubuh manusia serta alam semesta adalah apa yang disebut sebagai atma sejati/chayyu/kayun/kayu. Dalam terminologi Jawa akrab disebut sebagai atma sejati atau energi hidup yang menghidupkan. Energi hidup bersifat kekal (langgeng tan owah gingsir). Selanjutnya disebut sebagai Yang Mahamulia. Di jagad raya ini dikenal hukum sebab akibat. Dalam kerangka hukum sebab akibat, atma sejati merupakan energi inti/pusat yang TIDAK disebabkan oleh sesuatu penyebab apapun juga (Causa Prima). Alam semesta berasal dari sebab yang tak disebabkan oleh segala sesuatu apapun (causa prima) tersebut. Causa prima menjadi pusat atma sejati, sebagai titik episentrum dari segala episentrum yang terdapat di jagad raya ini. Sulit membayangkan seperti apa rupa dan warna dari Yang Mahamulia. Hal yang lebih mudah dilakukan manusia hanyalah dengan cara merasakannya energi hidup tersebut. Sulitnya untuk menggambarkan dan mendeskripsikan atma sejati, sehingga orang sering menyebutnya sebagai Gusti tan kena kinira, tan kena kinaya ngapa. Tak bisa disangka, dikira dan diduga. Tidak di mana-mana tetapi ada di mana-mana. Adoh tanpo wangenan, cedak tanpo senggolan. Jauh tak berjarak, dekat tidak bersentuhan. Orang-orang menamakannya pula sebagai Hyang, Dei, God, Puangalah, Allah, Tuhan, Brahman, The pie khong, dst masih ribuan nama lagi. Namun intinya sama saja, yakni untuk menyebut pusat energi yang berdiri sendiri secara mandiri (Mahakuasa).


Nah, Hawa Murni yang ada di dalam diri kita, membuat jasad menjadi hidup, tidak lain merupakan pancaran dari Hyang Mahamulia atau Hyang Mahakuasa tersebut. Lalu diistilahkan sebagai nyawa atau jiwa. Pada saat kita menyalurkan hawa murni kepada seseorang yang berada dalam kondisi sangat kritis, hawa murni seumpama “cuilan” dari sukma / roh atau “atma sejati” yang kita bagikan/tularkan kepada seseorang yang kita aliri hawa murni.


PERBEDAAN HAWA MURNI DENGAN TENAGA DALAM

Hawa murni dapat difungsikan seperti halnya tenaga-dalam. Hanya saja, perbedaannya terletak pada tingkat manfaatnya. Hawa murni dapat ditransfer ke dalam tubuh orang-orang yang dalam kondisi sangat kritis, misalnya mengalami trauma akut sehingga membahayakan keselamatan jiwanya. Dapat pula ditransfer pada orang-orang yang kondisi stamina dan kesehatan tubuhnya berada dalam kondisi teramat drop, kondisi pingsan, bahkan kondisi lebih dalam lagi yaitu koma. Bila seseorang dalam kondisi kritis, tindakan yang paling tepat dilakukan bukanlah transfer tenaga dalam, melainkan penyaluran hawa murni. Tindakan ini bagaikan mensuplai “nyawa baru” ke dalam tubuh seseorang yang nyawaya hampir pupus. Namun demikian, setiap kali melakukan penyaluran hawa murni, tidak boleh dilakukan lebih dari 3 kali. Karena anda dapat mengalami pingsan hingga sampai pada kondisi anastesi (setingkat di atas kematian). Bahkan tidak mustahil “si penyalur” hawa murni justru meninggal dunia akibat kehabisan stok hawa murni. Demikian tulisan ini saya persembahkan, semoga bermanfaat untuk semua para sedulur pembaca yang budiman. Semoga berguna turut serta Hamemayu Hayuning Rat Pangruwating Diyu.

Wednesday, July 13, 2011

Mengolah Bulu Perindu




Cara mengaktifkan bulu perindu ialah dengan diramu :

1. Bulu perindu harus dikimpoikan terlebih dahulu
caranya dengan meletakkan beberapa bulu perindu dalam piring berisi air
kemudian perhatikanlah mana-mana bulu perindu yang saling melilit
ialah yang melilit menjadi sepasang

2. Setelah itu ambillah sepasang bulu perindu yg sudah saling melilit itu
kemudian masukkan dalam botol

3. Didalam botol sudah ada "kapas bujang" dan "tanah petak malai"

4. Kemudian botol yg sudah lengkap itu diisi "minyak kelapa nunggal"
dan kalau tidak ada minyak kelapa nunggal boleh diisi minyak kelapa hijau
minyak kelapa hijau ialah harus yg saat mengambilnya harus digendong
dan dibikin menjadi minyak dengan cara yang khusus
yakni selama membuatnya harus diam tidak boleh berbicara

5. Kemudian berilah sedikit bubuk emas atau patahan kecil emas

Setelah diramu seperti itulah maka bulu perindu dinyatakan siap pakai.

Cara memakainya :

1. Secara umum ialah dioleskan ke kedua telapak tangan
kemudian usapkan ke wajah, setelah itu siap untuk dipakai salaman
atau usapkan ke leher ketika untuk menyanyi supaya suaranya "berisi".

2. Pemakaian khusus menurut ajaran suku Dayak Muronq dan Dayak Ngaju
ialah ada tertentu namun sifatnya tidak bisa dibuka untuk umum


bila penjelasan ini masih membingungkan ,
maka hal ini memang tidak mudah ,

dan mengajarkannya lebih tepat melalui praktek langsung
dibimbing oleh yang ahlinya

Saturday, December 11, 2010

Keistimewaan Beberapa Jenis Kayu


Yang dimaksud dengan kayu bertuah adalah kayu yang secara kodrati mengandung daya kekuatan alamiah energi Prana ( Energi Bion ) dalam potensi supranatural yang berpengaruh kepada kehidupan dan bukan suatu kerayasa manusia yang semata-mata bersumber pada Allah Yang Maha Kuasa, yang menurunkan anugrahnya melalui hasil ciptaan-Nya supaya manusia sebagai mahluk yang berakal dapat mengakui atas kebesaran dan pertolonganNya .

Pengetahuan tentang kayu bertuah ini sudah dikenal sejak zaman dahulu oleh nenek moyang kita. Yang dimanfaatkan sebagai salah satu sarana mencapai suatu cita-cita dalam kehidupan yang nyata.

JENIS KAYU “BERTUAH”
Ada 33 jenis kayu yang memiliki radiasi positif. Namun karena ada beberapa jenis kayu yang berkhasiat sama, saya hanya menyantumkan 23 jenis, yaitu :

1. DEWA DHARU
Kayu Dewa Dharu adalah pasangan dari Kayu Setigi. Jika keduanya disatukan, khasiatnya akan lebih maksimal, khususnya untuk :

Keselamatan
Keberanian
Melancarkan rezeki
Penangkal energi negatif
Menetralkan racun
Kayu Dewa Dharu dengan jumlah terbatas dapat diperoleh di kepulauan Karimun Jawa, Jepara.



2. GALIH ASAM
Kayu Galih Asem berasal dari hati pohon asam yang sudah berusia ratusan tahun. Khasiat dari kayu ini untuk :

Keteguhan hati
Keselamatan
Kesehatan
Alat pijat yang ampuh
Melumpuhkan ilmu kebal
Galih asam yang memiliki power maksimal yang ditemukan dari pohon yang separo pohonnya sudah lepas tetapi pohonnya masih hidup, terdapat lubang bagian tengah dan galih bagian atas dan bawah terputus seperti stalaktit- stalaknit dalam goa.



3. GALIH KELOR
Segala yang terdapat pada pohon kelor memiliki kekuatan alamiah. Daun kelor mampu menghilangkan pengaruh black magis. Khasiat galih kelor untuk :

Keselamatan
Penangkal santet,guna-guna, dll.
Ketajaman instink (Indera ke-6)
Kesaktian
Dari literatur barat, kelor ada tiga jenis. Yaitu, kelor putih, hitam dan yang merambat. Galih kelor terbentuk dari pohon yang sakit (diserang hama) namun karena getahnya tinggi lalu terkontaminasi dengan udara dan air hujan.



4. JATI LUWIH
Kayu Jati Luwih sering digunakan untuk tongkat. Tetapi kayu ini memiliki khasiat untuk banyak hal, diantaranya :

Melancarkan rezeki
Keselamatan
Kewibawaan
Menolak santet, guna-guna, dll
Kayu Jati Luwih ini sering digunakan para pejabat Militer untuk tongkat komando.

5. KALIMASADA
Kayu Kalimasada adalah pasangan dari Kayu Stigi dan Dewa Dharu. Ketiga jenis kayu ini banyak diburu pejabat tinggi. Jika ketiganya disatukan, memiliki khasiat luar biasa untuk :

Melancarkan rezeki
Meningkatkan keluhuran
Kewibawaan
Keselamatan, dll
Kayu Kalimasada banyak dikoleksi para bisnismen. Biasanya dipadukan dengan Kayu Setigi dan Dewa Dharu dalam bentuk asesoris.

6. KENGKENG
Kayu ini sering digunakan untuk menenangkan bayi rewel (menangis) dengan cara diletakkan di bawah bantal. Khasiat lain dari kayu ini untuk :

Ketentraman rumah tangga
Ketenangan batin, dan
Keselamatan jiwa
Bagi yang ingin lingkungan rumah dan kontor lebih tenang, gunakan kayu Kengkeng sebagai sarana.

7. LIWUNG
Kayu Liwung sering digunakan untuk sarana meditasi karena memiliki karakter menentramkan. Khasiat lain dari kayu ini untuk:

Keluhuran budi
Kewibawaan
Keselamatan
Kayu Liwung jika digunakan sebagai bahan tasbeh, kemudian digunakan untuk wirid/meditasi, menjadikan konsentrasi menjadi lebih maksimal.

8. LOTROK
Kayu lotrok sering digunakan membantu proses melahirkan agar menjadi lebih mudah. Caranya dengan merendamnya lalu diminum. Khasiat lain dari Kayu Lotrok untuk :

Menghilangkan kesialan hidup (sengkala)
Menghilangkan santet, guna-guna, dll
Keselamatan jiwa
Dalam tradisi Jawa, orang yang diruwat (dihilangkan kesialannya) disarankan menggunakan kayu ini.

9. MINGING
Kayu Minging banyak dimiliki kalangan pejabat dan rohaniawan. Khasiatnya untuk :

Menajamkan instink (Indera batin)
Menolak santet, guna-guna
Kewibawaan
Keselamatan jiwa
Karena memiliki karakteristik menajamkan instink, anda yang bisnis dibidang saham layak memilikinya.

10. MULEN
Kayu Mulen sering digunakan untuk penyembuhan. Jika kayu ini dimasukkan pada air putih lalu dibacakan doa-doa penyembuhan, dapat memperkuat dari khasiat doa itu. Khasiat lain kayu ini untuk :

Keselamatan jiwa
Kewibawaan
Kesehatan
Penangkal santet, guna-guna, dll
Kalangan paranormal dan tabib banyak memanfaatkan kayu Mulen untuk memperkuat energi batinnya, termasuk mereka yang sedang dalam proses penyembuhan secara medis.

11. NAGA SARI
Kayu Naga Sari berkahasiat untuk penolak bahaya, termasuk petir dan janis bahaya lain, (kecelakaan lalu lintas). Dibidang pengobatan dapat digunakan untuk mengobati penyakit ringan dan penyakit dalam. Khasiat lainnya untuk :

Kewibawaan
Keharmonisan rumah tangga
Meningkatkan karisma (daya tarik)
Menambah khasiat jamu (secuil kayu Naga Sari dicampur pada jamu, menambah khasiatnya)
Dalam catatan sejarah tosan aji, kayu Naga Sari digunakan sebagai tangkai tombak Kiai Pleret milik Panembahan Senopati. Namun kayu Naga Sari energinya menjadi kotor jika dipegang orang yang pernah melakukan pembunuhan tanpa hak, dengan memegang kayu pelaku pembunuhan dapat kejang. Orang yang selalu dzalim pada sesama dan kepada Tuhan disarankan tidak menggunakan kayu ini.

Kayu Naga Sari bersifat “mempercepat proses”. Orang yang banyak menjalankan kebajikan akan mendapatkan pahala/manfaat dari apa yang dilakukan, orang jahat pun cepat terkena sial atau musibah.

12. PONG RAMPUNG
Secara umum, Kayu Pong Rampung memiliki khasiat yang sama dengan jenis kayu yang lain. Khasiat yang lain untuk :

Melancarkan rezeki
Meningkatkan kesehatan
Sesuai namanya, rampung (Jawa : Selesai) kayu ini juga sering dibawa mereka yang sedang menghadapi masalah yang rumit sehingga mudah terselesaikan dengan baik.

13. SANGGA LANGIT
Kayu Sangga Langit sering digunakan untuk pelengkap tosan aji. Selain itu juga berkhasiat untuk :

Keselamatan jiwa
Kewibawaan
Keluhuran dan kemuliaan
Kayu Sangga Langit dapat dipadukan dengan kayu Sangga Waja sehingga energi junjung (angkat) lebih maksimal terutama yang berakaitan dengan derajat, pangkat dan rezeki.

14. SANGGA WAJA
Kayu Sangga Waja memiliki khasiat seperti kayu stigi, yaitu sebagai “pemberat” sehingga tidak diperkenankan untuk alat pukul karena dapat berakibat fatal. Khasiat lain dari kayu ini untuk :

Melancarkan rezeki
Menangkal santet, guna-guna, dll
Kesehatan fisik
Ketentraman batin
Keteguhan hati
Khasiat kayu Sangga Waja hampir sama dengan Sangga Langit. Nilai lebih kayu Sangga Waja punya karakter menentramkan.

15. SECANG BRAHMA
Kayu Secang Brahma secara umum memiliki khasiat sama dengan jenis kayu yang lain, yaitu : Kewibawaan, keselamatan, melancarkan rezeki, penangkal santet. Dan khasiat lain yang lebih unik untuk :

Menolak hama
Awet muda – panjang usia
Menetralkan benda/lokasi (angker) dari pengaruh negatif.
Ibu-Ibu agar tetap awet muda sehingga suaminya betah di rumah, silakan memesan asesoris dari kayu Secang Brahma.

16. SEMBOGA
Kayu Semboga sering direndam pada air putih kemudian diminum menjelang tidur malam. Khasiatnya sama dengan Kayu Kebak. Khasiat yang lain untuk :

Menolak santet, guna-guna, dll
Melancarkan rezeki
Kayu semboga banyak dijadikan ageman bagi mereka yang punya jabatan penting yang rawan diserang dengan kekuatan yang metafisis dari lawan politik-bisnisnya.

17. SETIGI
Kayu Setigi adalah kayu yang paling populer diantara kayu bertuah. Kayu ini tergolong langka dan hanya dapat ditemui di pulau-pulau kecil seperti kepulauan Karimunjawa, Jepara.

Kayu Setigi yang asli, warnanya kehitam-hitaman, dan tenggelam jika dimasukkan pada air (walau hanya secuil). Kayu ini banyak dimanfaatkan para jawara sebagai sarana “tahan pukul” dan jika memukul lawan, menyebabkan pingsan dan jika ditempelkan pada bekas gigitan hewan berbisa dapat menempel dan menyedot bisanya keluar.

Khasiat lain dari Kayu setigi untuk :

Meningkatkan kharisma
Penangkal santet, guna-guna, dll
Kekebalan (bagi yang cocok)
Kewibawaan
Keselamatan jiwa
Penyembuhan tulang/Rhematik
Memudahkan rezeki
Kayu setigi memiliki karakter hampir sama dengan kayu Naga Sari. Ditangan orang berahlak baik, kayu ini dapat menjadi “generator” bagi kekuatan spiritualnya, namun energi kayu Setigi menjadi kecil jika dipegang orang yang buruk prilakunya.

Kayu setigi pada umumnya tumbuh pada tanah yang tidak subur dan berbatu. Dan karena dihimpit benda keras menyebabkan teksturnya tidak merata (belang). Setigi yang berasal dari Madura warnanya hitam kemetah-merahan.

HATI-HATI. Banyak beredar tasbih Setigi palsu. Tanda dari yang palsu jika dibelah, warna bagian dalam kayu berbeda dengan bagian luarnya. Misalnya, sisi luar hitam namun bagian dalamnya lebih putih.

18. SULASTRI
Kayu Sulastri disebut “Kayu Kebahagiaan”. Kayu ini memiliki karakter meredam dan mendinginkan suasana. Khasiat dari kayu ini untuk :

Keharmonisan rumah tangga
Kebahagiaan lahir-batin
Kedamaian
Untuk menimbulkan “radius aman” lokasi pertemuan-pertemuan, kayu sulastri selain dapat dikamuflase dalam bentuk asesoris yang kenakan.

19. TASAK/SULAIMAN
Kayu Tasak/Sulaiman memiliki khasiat yang luar biasa, sampai-sampai orang yang mentalnya labil, disarankan sebaiknya tidak menyimpan atau membawa kayu ini. Khasiat lain dari kayu ini untuk :

Meningkatkan karisma (daya tarik)
Kewibawaan (mutlak)
Keselamatan dari bahaya
Keteguhan hati dalam menghadapi masalah
Anti binatang buas
Menetralkan lokasi angker akibat guna-guna, jin, setan, dll
Dalam catatan sejarah, kayu tasak/tesek digunakan oleh Ki Ageng Mangir dan Kiai Baru Klinting dalam legenda Rawa Pening, Ambarawa, Jawa Tengah.

20. TAWA
Kayu tawa memiliki banyak khasiat. Selain untuk rangka keris, kayu tawa ampuh untuk menetralkan tempat angker. Juga berkhasiat untuk :

Penolak pageblug hewan (flu burung), dll.
Obat dari gigitan hewan berbisa
Menentramkan roh yang gentayangan
Menurut Ki Gondo Darman –dalang tertua- di Sala, belum dianggap dalang wayang kulit, sebelum memiliki pusaka bertangkai kayu Tawa atau Mentawa.

21. WALIKUKUN
Kayu Walikukun disebut juga Kayu Laduni, dimana seseorang yang memanfaatkannya memiliki tingkat kecerdasan tinggi. Khasiat kayu ini untuk :

Meningkatkan imajinasi dan kreativitas
Keselamatan jiwa
Kewibawaan
Para pencipta, seniman, desainer “wajib” memiliki kayu ini.

22. WEGIG
Kayu Wegig berkhasiat hampir sama dengan Kayu Walikukun. Wegig adalah kayu pegangan para pencipta dan para seniman. Khasiat utamaya untuk :

Kecerdasan akal
Cermat dan teliti
Bijaksana dalam mengambil keputusan
Selain yang tersebut diatas, kayu Wegig berkhasiat untuk keselamatan dan kewibawaan. Para pengambil keputusan sangat cocok memanfaatkan kayu ini.

23. WINONG
Kayu Winong sering digunakan para ahli metafisika yang meyakini bahwa manusia dapat berkomunikasi dengan ruh. Kayu ini disukai para makhluk ghaib dan para leluhur. Dan khasiat lainnya untuk :

Menolak santet, guna-guna, dll
Kebijaksanaan
Keselamatan jiwa
Mereka yang nyalinya kecil, memiliki gejala jiwa dan lemah jantung tidak disarankan memanfaatkan kayu ini.

TENTANG KAYU “BERTUAH”
Kayu memiliki kekuatan pemancar. Misalnya, anda punya niat selamat dari kejahatan maka kayu itu berperan sebagai pemancar yang frekuensinya tidak terukur dan ini sudah dibuktikan secara ilmiah.

Kayu memancarkan energi, nur atau cahaya. Cahaya memiliki frekuensi sangat tinggi dan gelombang-gemombang molekul ion yang jika dipicu dengan doa dari jalur agama maupun “amalan” dari jalur ilmu, frekuensinya menjadi lebih kuat dan tinggi dan menimbulkan aura. Nur atau cahaya rumusnya 328 tahun cahaya atau R sehingga logika manusia tidak dapat menjangkau.

Energi yang terdapat pada kayu “bertuah” itu terlalu halus dan relatif dan secara kimiawi terdeteksi. Ketika masih hidup, kayu “bertuah” mengandung zat-zat netrogenium yang sangat tinggi.

Wednesday, December 8, 2010

Cara Mengatasi Pelet

Rumusan bahwa penyakit diatasi dengan mengetahui sumber penyakit itu adalah berdasarkan asas Poison by Poison. Pelet yg sangat berbahaya adalah yg menggunakan piranti hormonal. Banyak kasus terjadi, bahkan mereka yg tingkat keimanannya tinggi bisa terkena karena nafsu birahi adalah fitrah bagi mahluk hidup.

Pelet dengan piranti hormonal ini mensupport secara halus tapi extrim dan tidak terdeteksi karena langsung menggugah nafsu birahi. Perlu diketahui bahwa sifat piranti hormonal adalah Kalor / Panas / Api dan ini menjadi sebab jin sangat mudah ikut mengendarainya. Poison by Poison untuk hal tsb diatas ialah Api akan sirna dengan Api sebagaimana nasehat orang tua dahulu, "Ketahuilah Ilmu Pengasalan (Semula Jadi), jika kamu bisa meng-asalkan sesuatu itu maka kamu tidak akan dimakan sesuatu itu."

Silahkan rekan-rekan buktikan, jika timbul nafsu birahi dengan atau tanpa karena peletpun, cobalah untuk menghirup KAPUR BARUS. Maka buktikanlah nafsu birahi akan mereda dan dapat teratasi. Jadi, siapapun yg merasa mabuk asmara dan curiga terkena Pelet, dan merasa nafsu birahi yg tidak terduga-duga, segeralah berdo`a mohon perlindungan Allah sambil menghirup Kapur Barus.. Insya Allah Selamat.. Amin

Kelenjar feromon adalah pintu penyebab terstimulasinya reaksi hormonal tubuh dari akibat aksi reaksi antara piranti pelet hormonal kepada seseorang, maka kapur barus punya efek positif sebagai penetral pada efek2 reaktif dari kelenjar feromon yg terkena aksi piranti pelet hormonal.
Sebenarnya jika diperinci jelas, piranti pelet hormonal adalah mengandung sangat banyak bakteri2 pemicu masalah libido sexual. Hawa negatif atau bakteri pemicu inilah yg dihambat kerjanya, bahkan musnah terkena hawa dari kapur barus. Mungkin simple nya seperti kapur barus dapat mengusir ngengat, atau kutu2 busuk pada lemari pakaian, seperti itulah cara kerjanya.

Mengatasi Pelet Cirik Barandang
Pelet Cirik Barandang adalah khas dari budaya kebatinan Sumatera Barat. Pelet ini jika telah bekerja, mengakibatkan pasangannya jadi bego bin dungu, sangat penurut sekali apapun yg disuruh. Anda mau percaya atau tidak silahkan, tapi saya bicara berdasarkan fakta di masyarakat dan pengalaman pribadi mengobati yg demikian.

Cirik Barandang dibuat dari "Tinja" kemudian dijadikan bumbu rendang, yg mana daging rendangnya adalah berasal dari bahan kemaluan kerbau- betina. sedangkan Tinja nya adalah berasal dari si pemelet. Semua ini dibuat dengan tata cara yg sangat mudah sekali tapi hasilnya sangat gila2-an.

Cara menawarnya adalah : Minum air kencing diri sendiri yg keluar disaat kencing pagi2 pas baru bangun tidur....setelah itu sarapan dengan Terasi Udang dan lalapan daun cabe. Beberapa jam kemudian akan terjadi mencret2, disitulah keluar semua racun2 pelet Cirik Barandang...

Mengatasi Pelet Bulu Perindu
Pelet Bulu Perindu bekerja dengan reaksi kangen luar biasa, menyebabkan org yg terkena pelet ini merasa terpanggil-panggil dan seperti kena hipnotis.

Penetralnya adalah dengan Bulu Perindu itu sendiri. Caranya: bakarlah beberapa helai bulu perindu sampai menjadi abu, lalu minumlah dengan menggunakan air hujan. Jika badan terasa meriang2 beberapa saat kemudian, disertai keluar keringat, maka sembuhlah si penderita dari akibat pelet tsb.

Kisah Awal Pembuatan Kapal Nabi Nuh
Ingatlah kisah2 awal tatkala Nuh AS membuat kapal.. bagaimana Nuh AS dicemooh habis2an..
bahkan kapalnya yg hampir jadi pun diberakin rame2.. akhirnya mereka yg berbuat demikian, terkena penyakit kulit tiada terobati..sampailah datang suatu petunjuk yg mengherankan...
obatnya adalah..... kotoran mereka sendiri yg terdapat pd kapal tsb...sampai bersih kapal tersebut dari kotoran, dan sembuhlah mereka semuanya..

.....................ITS REALLY POISON BY POISON THERAPY.........


nafsu amarah pangkal nafsu birahi

mereka yg selalu berprasangka buruk
mereka yg selalu mengumbar amarahnya
mereka yg berlindung dibalik kedok idealisme taqlid
mereka yg tak pernah mau mengerti ilmu kehidupan
mereka yg selalu menuding kesalahan orang lain
mereka inilah yg tak dapat mengendalikan diri dan mengikuti hawa nafsu
bahkan tanpa sadar mempertuhankan nafsu dan egonya
sehingga sangat dekat dengan anasir api
yg dengannya tercipta JIN dalam sifat2 syaithoniyyah
berbanding lurus dengan tekanan hawa dari dalam
panas dikepala memuncakkan nafsu birahi
dan akan sangat mudah terjerat oleh kemolekan dunia
mengendarai akal pikiran tanpa kendali BUDI
hanya akal pikiran tanpa nurani lagi
dan Iblispun tertawa riang...
menunjuk Paranormal sebagai kambing hitam...
padahal diri tanpa sadar telah menjadi JIN.... menjadi paranormal intelek...
API....API....API....API....API....
dan sholatnya telah menjadi...... fawailul lil musholliin.... astagfirullah...
maka bertobatlah sebelum terlambat...


Kendalikan amarah diantara pencegah pelet karena dengan mengendalikan nafsu amarah, takkan pelet mampu mengarah belajarlah dari pengalaman dan kisah2nya, bermula dari kebencian terbit suka, bermula dari kemarahan terbit kehilafan, takkan mampu pelet mengena bagi siapapun yg tak mudah benci dan marah.

Teknik-Teknik Mandi Pengobatan
Therapy mandi adalah layaknya membangunkan kesadaran seseorang dari ketidaksadaranya /kematian kecil /aura cleansing. Teknik mandi adalah sangat populer dari budaya ketimuran untuk keperluan yg sifatnya darurat dan kepentingan umum dapat dilaksanakan oleh penganut agama apapun.

1. Mandi limau (jeruk purut)
Teknik mandi pengobatan ini jamak dilakukan di daerah Sumatera, Kalimantan, dan pesisir utara Jawa. Diyakini bahwa jeruk purut itu seperti ada nyawanya dan bisa diperintah. Layaknya besi karatan jika dioles dan digosok oleh jeruk purut, langsung berguguran karat2nya dan besi menjadi terang bersinar lagi, begitu pula dengan batang tubuh kita jika dimandikan dengan jeruk purut.

2. Mandi Garam
Teknik mandi ini juga sangat populer. Cukup dengan dua sendok garam batangan dicampur dengan air hangat dipakai mandi, sudah terasa efeknya ke badan terasa segar dan semangat.

3. Mandi Nusyrah
Mandi ini biasanya digunakan untuk mengatasi penyakit guna2/sihir. Bahan2nya biasanya berupa daun sirih, daun kelor, daun bidara cina, daun cabe, jeruk purut, melati, mawar, dll. Mandi ini disertai do`a dan permohonan kepada Allah, untuk membersihkan diri dari pengaruh2 negatif akibat sihir, guna2, pelet, fitnah.

4. Mandi air kotor (poison by poison therapy)
Teknik ini sangat terkenal di Jawa Timur. Teknik ini biasa dipakai untuk mengatasi penyakit2 aneh non medis semisal gila, stres, paranoid, linglung akibat pelet, bengong, dll. Teknik ini dengan menggunakan air comberan / air kali yg sangat kotor kemudian disaring kira2 seukuran botol ukuran 200ml banyaknya, lalu dibasuhkan ke kepala si penderita sakit nonmedis, setelah itu baru dibasuh dengan air bersih. Cara ini sangat efektif jika yg melaksanakannya adalah Ibu si penderita itu. Setelah itu dibasuh dengan air bersih.

Semua dengan niat dan permohonan kepada Allah, semoga diberi kesembuhan.

Source : Kisawung Blogspot

 
  • Ceriwis

    Ceriwis
    Forum Gaul
  • Follower

  • About Me

    My photo
    It's Not Who I Am Underneath, but what I do that defines me.