• Sebuah Perjalanan

    Perjalanan apapun, dimulai dari sebuah langkah kecil.

  • Singha Barwang

    Singha Barwang / Macan Ali adalah simbol kerajaan di Cirebon. Merupakan kaligrafi berbentuk seekor singa.

  • Makrifatullah

    MAKRIFAT IALAH :Mengenal Allah SWT.pada Zat-nya,pada Sifat-nya,pada Asma'nya dan pada Af'al-nya.

  • Rajah Kalacakra

    Ilmu Rajah KalaCakra merupakan ilmu untuk menyerang makhluk halus yang mengganggu kita.

  • Abdul Jabbar

    لا فتى إلا علي ولا سيف إلا ذوالفقار

Friday, July 8, 2011

Cara Merawat Keris



Pastilah semua orang yang mengenal budaya jawa khususnya Keris akan mengetahui bagaimana tata cara merawat keris yang benar sehingga keris sebagai pusaka akan tetap awet dan terawat dengan baik. Namun ada juga yang hanya mengenal tehnik dan tata cara perawatan keris ini hanya sepenggal-sepenggal sehingga antara perawatan dan pelestarian budaya menjadi saling bertentangan. Merawat Keris yang benar adalah yang seperti dilakukan oleh keraton, baik dari Surakarta maupun Yogyakarta.


Perawatan Keris

Keris dibersihkan tiap satu tahun sekali, hal ini seperti yang dilakukan pihak keraton, bisa dilakukan pada bulan Besar, Sura atau Maulud, atau juga bulan yang lain yang anda sukai, ini tergantung dari kepercayaan kita masing-masing. Pembersihan ini secara menyeluruh baik eksoteri maupun isoteri. Pembersihan ini dimaksudkan agar selama satu tahun penyimpanan keris ditempat kita jika mungkin ada karat yang menempel maka harus segera dibersihkan dan dihilangkan agar tidak merusak keris tersebut. Proses ini bisa mulai dari mutih kemudian mewarangi dan memiyaki keris, namun jika keris tidak berkarat maka cukup dibilas dengan air bersih lalu dikeringkan dan diminyaki kembali. Keris dibersihkan tiap bulan sekali dengan cara mengolesi bilah keris dengan minyak yang bebas dari alkhohol. Hal ini dimaksudkan agar sumber karat yang melekat pada besi keris hilang. Jenis minyak dapat menggunakan campuran dari minyak cendana, melati dan kenanga atau sesuai selera masing-masing.


Menyimpan keris yang benar didalam rumah harus juga memperhatikan beberapa hal, seperti tinggi tempat penyimpanan, lembab tidaknya tempat penyimpanan dan cocok tidaknya tempat penyimpanan. Kenapa tempat penyimpanan harus tinggi ? Hal ini dimaksudkan agar anak-anak kita tidak dengan mudah menjangkaunya, bagaimanapun juga keris adalah benda tajam yang berbahaya.


Wassalam...

Cara Memakai Keris



Adapun beberapa tata cara mengenakan keris Versi Yogyakarta tersebut adalah:

  • Klabang pipitan,cara mengenakan keris paling populer di Jogjakarta ketika sedang siaga, di surakarta disebut ngogleng
  • Ngogleng, ketika seseorang ingin menonjolkan dirinya di depan umum, di Solo disebut ngogleng methit
  • Lele Sinundukan atau satriyo keplayu, cara ini dilakukan ketika melalukan aktivitas yang membutuhkan banyak gerak
  • Munyuk Ngilo, dikenakan para pengelana
  • Mangking, dilakukan ketika sedang naik kuda
  • Netep, dikenakan dalam posisi berdiri dan melakukan banyak aktivitas
  • Nyothe kiwa, dilakukan pada saat siaga atau genting di Solo dikenal dengan nama kempitan kiwa
  • Kewalan, dilakukan oleh para parajurit yang bersenjatakan pedang dan para penari kelana
  • Nganggar, dilakukan para prajurit yang membawa senjata sambil mengenakan keris



Versi Jogyakarta

Adapun beberapa tata cara mengenakan keris Versi Surakarta tersebut adalah: :

  • Turut Bokong, yaitu yang dilakukan abdi dalem gandek ketika menyerahkan sesuatu pada yang berpangkat atau bangsawan
  • Kureban, biasa dipakai para prajurit infantri yang memanggul senjata sambil mengenkan keris
  • Kempitan tengan, cara memakai untuk melindungi kerisnya
  • Kempitan kiwa untuk keadaan waspada di dalam suasana perang atau derah yang kurang aman
  • Nganggar yaitu disandang di paha kiri, cara ini dilakukan bila seseorang ingin mengenkan keris lebih dari satu keris
  • Ngogleng, yaitu dikenakan ketika sedang berjalan jongkok, cara menggunakan ngogleng ada tiga yaitu ngogleng, ngogleng tanggung, ngogleng methit
  • Kewalan, dipakai pada saat menunggang kuda prajurit penunggang kuda
  • Nyothe ngajeng, cara mengenakan para rohaniawan atau ulama
  • Nyothe wingking, dilakukan para pembesar ketika sedang menunggang kuda
  • Nyothe methit, dilakukan para petinggi keraton hendak duduk bersila menghadap raja.

Cocok Tidaknya Keris dengan Pemilik



Setelah memiliki sebuah keris baik dari warisan, pemberian, membeli atau mencari dengan berbagai macam cara, maka muncullah pertanyaan dibenak pemilik keris itu :

“Apakah keris ini cocok dengan saya ?”

“Apakah keris ini cocok dengan keluarga saya ?”

“Apakah keris ini cocok dengan usaha saya ?”

“Apakah keris ini cocok dengan agama saya ?”

“Apakah keris ini cocok dengan istri dan anak-anak saya ?”


Mungkin masih banyak pertanyaan - pertanyaan yang sejenis yang akan muncul ketika keris sudah ditangan. Bagaimana menjawab pertanyaan diatas ?


Baiklah ada sedikit pengalaman pribadi yang pernah saya alami mungkin dapat dipakai sebagai pembelajaran dan perbandingan.


1. Memiliki keris dengan niat pertama nguri-uri (melestarikan) budaya, dengan niat ini maka kita tidak akan terjerumus pada kemusrikan / kesyirikan, karena yang kita nilai dari sebuah keris adalah budayanya bukan dayanya/isinya, jika sebuah keris ada tuahnya , ini terjadi atas ijin ALLAH SWT, kita serahkan kembali kepadaNYa.


2.Keris yang baik akan datang kepada kita lewat berbagai macam cara dengan cara memberi tahu kita disaat tidur atau sedang terjaga (Lewat tayuh), Keris yang datang tidak dengan tayuh dapat dipastikan tidak akan cocok dengan kita atau keris tersebut keris baru bukan sebuah keris tangguh sepuh. Kita harus yakin dan percaya bahwa setiap petunjuk yang baik itu pasti bersumber dari ALLAH SWT, sedang kabar yang jahat dan buruk bersumber dari syaitan.


3. Nah dari Tayuhan yang datang tersebut kita dapat meperkirakan keris tersebut cocok atau tidak dengan kita, keluarga kita, bisnis kita atau orang-orang disekitar kita. kenapa sampai ada tayuh ? jawabnya adalah semua benda dialam ini diciptakan ALLAH untuk dimanfaatkan seluas-luasnya bagi manusia, ada benda-benda yang memiliki daya ada juga yang tidak. jika kita membeli kursi atau meja ditoko dan kemudian dikirimkan ke rumah kita pasti tidak akan ada firasat yang datang kepada kita berhubungan dengan pembelian tersebut. Tapi jika istri kita mengandung anak kita pastilah kita akan diberi petunjuk oleh ALLAH lewat mimpi yang beraneka ragam yang mengisyarkatkan bahwa kita akan diberi Seorang anak atau lebih tepatnya dititipi seorang anak. ini semua kuasa dari ALLAH.


4. Setelah keris kita simpan dirumah, perlu dicek apa saja yang terjadi setelah keris itu datang, apakah sering bertengkar dengan anggota keluagra lain, anak sering rewel, tetangga memusuhi, atau pimpinan dan rekan kerja acuh tak acuh dengan kita ? Jika ini terjadi berarti keris yang ada tidak sesuai dengan pribadi kita. Namun jika setelah keris itu datang kita jadi rajin sholat, banyak teman yg berkunjung kerumah, banyak saudara yang berkunjung kerumah juga, banyak order penjualan, rekan bisnis kita jadi sayang dan patuh pada kita, anak-anak dirumah patuh dan taat pada kita, ini artinya berkah dari ALLAH SWT datang lewat keris tersebut. Dan keris tersebut cocok dengan kita, keluarga, bisnis dan anggota keluarga yg lain.


semoga bermanfaat

Daya Linuih Pusaka Leluhur



Bicara soal pusaka2 kita tunduk dan hormat kepada leluhur dengan ilmu pengetahuan leluhur karena leluhur kita itu toto, titi, gemi, nastiti, ati-ati. Kita harus menghormati leluhur walaupun berbeda agama dan tidak benar kalau leluhur kita menganut Animisme.

Tentang Pusaka2 Leluhur dimana pusaka leluhur ada 2 macam :

1. Wujud : Tosan aji.

2. Tidak Wujud : Ajaran.


Meremehkan pusaka berarti meremehkan leluhur kita karena pusaka dibuat oleh beliau-beliau. Pusaka membuka rahasia-rahasia alam.


Keris jumlahnya banyak sekali karena sesuai dengan rahasia alam dengan frekwensi-frekwensinya. Leluhur membuat keris dengan frekwensi-frekwensi umum sesuai dengan yang dibutuh-kan untuk menaikkan derajadnya.


Kitab-kitab suci harus dijabarkan untuk mendapatkan apa yang tersirat demikian juga pusaka harus dijabarkan.


Zat-zat di dalam tubuh yang dapat diolah oleh pusaka :

- Astral Magnetisme.

- Kriya Sakti.

- Kundalini.

- Rahsa.

- Roh.

- Bayu.


Ketinggian bangunan bisa mempengaruhi seseorang untuk dapat terolah. Antara manusia dengan keris terjadi hubungan tarik-menarik :

- Mula-mula tingkat daya pada manusia ada di bawah daya keris.

- Daya pada manusia ditarik / diangkat oleh daya keris.


Manusia dalam keadaan diolah oleh keris.

- Daya pada manusia setingkat dengan daya keris.


Manusia sudah menyatu dengan keris.

- Daya pada manusia berkembang ke tingkat yang lebih tinggi dari daya keris.

- Daya pada keris ditarik / diangkat naik bersama-sama dengan daya pada manusia ke udara, daya keris diudarakan oleh manusia.


Sebaiknya supaya tidak mempunyai ambisi di dalam memiliki pusaka. Pusaka (dan juga batu) dayanya cocok-cocokan dengan seseorang.


Hal semacam ini termasuk dalam Cakra Manggilingan. Kalau dulu pusaka itu miliknya / buatan leluhurnya / milik leluhurnya maka sekarang akan menjadi miliknya lagi. Orang lain mencari (ingin mendapatkan) pusaka itu tidak mendapatkan, tetapi orang ini tidak mencari malah mendapatkan pusaka itu.


Jika ada pusaka di dalam keluarga maka harus dikuasai benar dan dipesankan kepada keturunan bahwa nantinya akan mengalami hal-hal yang tidak wajar supaya keturunan nantinya tidak menjadi bingung dan tidak tahu harus bertanya kemana.


Jika seorang diberi pusaka pertama kali biasanya pusaka akan diganti-ganti,sampai pada suatu saat pusaka yang diberikan adalah pusaka tetap artinya dia sudah kuat oleh daya pusaka tersebut yang isinya semua daya-daya dari pusaka-pusaka sebelumnya ada pada pusaka yang ampuh tersebut.


Pusaka yang sudah menyatu atau manunggal dengan badan halus manusia, maka pusaka itu apabila hilang akan dapat kembali lagi bersamaan dengan pijaran sinar di dekat jantung. Dan jika orang tersebut meninggal dunia maka bersamaan dengan itu ujung pusaka tersebut lepas menembus rangkanya. Orang yang sudah manunggal dengan pusaka biasanya hanya mempunyai satu pusaka itu saja.


Jika suatu pusaka sudah menyatu dengan sesorang maka daya pusaka itu sudah ada di badan orang tersebut (sudah terolah sehingga mempunyai daya pusaka tersebut), tanpa adanya pusaka tersebut maka badan orang tersebut bisa memancarkan daya seperti daya pusaka tersebut.


Di dalam menghunus pusaka hendaknya harus terhunus seluruhnya, jika seandainya terbuka hanya setengah lalu dimasukkan kembali maka apabila kita membatin / berjanji akan tertulis seperti apa yang telah ditetapkan.


Bila sedang menghunus pusaka dan gerak dari pusaka tersebut mengarah kebawah itu tandanya adalah putusan sesuai dengan apa yang dimohon.


Memandikan Pusaka :

Dengan campuran : air nanas (2) dan air kelapa (1). Setelah karat bersih lalu dibersihkan dengan air kemudian diangin-anginkan (dikeringkan tanpa dilap dan jangan terkena sinar matahari langsung), terakhir setelah kering diberi minyak wangi melati atau apa saja (mawar, cempaka, dll).

Waktu yang baik untu pembersihan pusaka: Boleh pada bulan Suro atau bulan Maulud, didalam bulan Suro sebaiknya setelah hari ke sepuluh karena dari tanggal 1 sampai tanggal 10 Suro, pusaka Keraton Yogya dan Solo sedang dimandikan dan dikhawatirkan terjadi benturan daya.



Pengolahan pusaka : 1 set.

* Bagian kiri (cakra X) :

- Getaran masuk dari sebelah kiri badan.

- Menerima kuliah.

- Ilmunya Syeh Maulana Magribhi.

* Bagian kanan (cakra XI) :

- Getaran masuk dari sebelah kanan badan.

- Wisuda tapi belum skop luas.

- Ilmunya Syeh Abdul Kadir Jaelani.

* Bagian tengah (cakra VII) :

- Getaran masuk dari bagian tengah badan.

- Sudah bisa mengobati dan mendayagunakan daya dari alam/jagad.

- Ilmunya Syeh Jumadil Qubro. Jumadil Qubro = Jumbuh Karo

Adiling Jagad = Ketemu dengan adilnya jagad. Qubro = Jagad.


Arti dari pada angka (daya yang berlaku dan luk pada pusaka) :

1 = Manusia.

2 = Manunggaling Kawulo Gusti.

3 = Allah, Muhammad, Rasullullah = Bapa, Putera, Roh Kudus.

= Sang Hyang Nur Cahyo, Pikulun Podo Wenang, Ismoyo (Jinangkungan).

4 = Nafsu-nafsu manusia.

5 = Utusan (Honocoroko).

6 = Nentoake (Menentukan / Menetapkan).

7 = Pitulungan (Pertolongan).

8 = Turunnya Mahkuto Romo.

9 = Wali Songo (Ilmu Tuhan).

0 = Makrifatullah.

10 = Manusia yang mendekatkan diri ke Tuhan (Tuhan Sendiri).

11 = Manusia dengan Tuhannya (Dhat / Atom Allah).

12 = Apostle (Pengikut / Murid Kristus).


Contoh :

Luk 25 artinya : 2 = Manunggaling Kawulo Gusti, 5 = Utusan.

Jadi luk 25 artinya manunggaling kawulo gusti, dhat diolah agar menjadi utusan, dayanya : jika kita semedi maka para malaikat akan turun dan beliaupun akan turun.


Luk 5 mengolah manusia menjadi utusan yaitu menjadi manusia yang relnya lurus di jalan Allah (moral, mental, watak, sifat, perilaku, spiritual dan pembawaan yang terpuji).


Luk 17 artinya : 1 : Manusia. 7 : Langit-langit


Jadi luk 17 artinya kontak dengan para leluhur dari lapisan-lapisan langit.


Luk 12 artinya mengolah manusia dari sifat 12 apostle untuk menjadi pengikut Kristus yang sejati (Podo Wenang), berjalan di jalan yang lurus (12 sifat manusia yang seperti 12 apostle akan diluruskan)


Arti angka pada badan manusia (bagian yang mengalami pengolahan) :

1 = Daerah Sex.?

2 = Pusar.?

3 = Solar Plexus.?

4 = Ulu Hati.?

5 = Bahu Kiri Kanan.?

6 = Punuk.?

7 = Leher.?

8 = Kepala.

9 = Jantung.

Contoh :

Wahyu Makuto Romo kodenya angka 8, 8 = angka kepala.

Jadi untuk mendapatkan Wahyu Makuto Romo maka bagian badan yang terolah adalah kepala.


Khodam adalah isi keris, bukan daya dari keris.

Tingkat dasar seseorang bisa mengetahui isi keris, syaratnya orang tersebut sudah terbuka Shadiqul Wa'dnya (Atom yang tak pernah ingkar) sehingga bisa mendapatkan keterangan yang sejelas-jelasnya.


Apabila orang-orang banyak mengetahui daya dari pusaka-pusaka maka dikhawatirkan akan mengakibatkan pencurian pusaka-pusaka.


Keris Yang Baik


Semakin kita mempelajari dan menggeluti budaya keris semakin kita akan terus menikmati indahnya petualangan-petualangan yang berhubungan dengan keris tersebut. Kenapa menikmati indahnya pengalaman padahal kadang kita mendapatkan sebuah pengalaman pahit dalam mendapatkan sebuah keris?


Benar sekali, saat ini memang pahit tapi nantinya pengalaman itu bisa menjadikan kita semakin pandai dan sulit untuk ditandinggi, disinilah letak nikmat dan indahnya pengalaman itu. Dari proses perburuan sebuah keris kita akan mendapatkan keris yang kita perkirakan keris yang baik.


Maksudnya keris yang baik adalah keris yang sesuai dengan selera kita :

• Ada yang berselera keris dari sisi isi atau tuahnya,

• ada yang dari sisi garapnya,

• ada yang dari sisi pamornya atau

• ada juga yang dari sisi mitos semata.


Karena terinspirasi oleh suatu hal maka dicarilah sebuah keris dari hasil inspirasi tersebut atau membuat sebuah dapur keris berdasarkan inspirasi yang telah diterimanya.


Nah dari sini kita akan mengetahui perbuatan kita ini setelah 5 atau 10 tahun kemudian setelah kita mengetahui budaya keris dengan baik dan benar. Ternyata keris yang dulu diburu sampai keujung pulau hanya sebuah keris biasa pada umumnya, dan bukan sebuah keris yang baik.


Terus seperti apa keris yang baik itu ?


Mudah jawabannyan :

  1. Keris yang baik bagi seseorang adalah keris yang cocok dan bermanfaat bagi pemilik keris, ini jika kita lihat dari sisi isoteri keris.
  2. Keris yang baik adalah keris yang mengikuti pakem perkerisan, garap, ukuran, ketelitian, keseimbangan, pamornya, kandungan besi, baja dan pasikutannya, ini jika kita lihat dari sisi perhitungannya atau eksoteri.

Nah dari dua jawaban diatas akhirnya tinggal si pemilik keris itu sendiri ingin memiliki keris yang baik yang seperti apa ?

Alangkah baiknya kedua jawaban tersebut dipakai sebagai ukuran dalam mencari dan memiliki sebuah keris, keris harus benar dari sisi eksoteri dan cocok dari sisi isoteri. Akhirnya kita akan mendapatkan sebuah keris yang baik secara Garap dan cocok berdasarkan isi atau tayuhannya.

Friday, May 20, 2011

Tentang Ruhani

Ruhani adalah salah satu unsur yg bukan berasal dari dunia dan tercipta dari NURULLAH, ada berbagai macam tingkatan NURULLAH yg ada pada manusia,

NUR NURONI nur ini ada karena tiupan malaikat pada saat mengumpulkan unsur pembentuk manusia nur ini yg selalu mengajak kebaikan ( kata peneliti orang luar Otak kanan ),

Nur Rabbani Nur ini dari tiupan Allah dalam penciptaan manusia, Nur inilah yg ber Ba'at ( berjanji kepada Allah ) untuk mengabdi sesuai ikrar ALASTU BIROBBIKUM,

Jadi pada intinya RUHani sudah islam tetapi setelah maujud didunia dan diberi bentuk mahluk yg berujud manusia maka ruhani disini tidak berdaya karena RUHani berada dalam sangkar nya ( JASMANI ), dan untuk keluar dari sangkar manusia harus melakukan proses MUJAHADAH, supaya bisa menyaksikan kembali kebenaran dari BAI'AT ALASTU BIROBBIKUM, selama tidak bisa dan tidak mampu keluar dari kurungan ( sangkar ) maka RUHani tidak akan bisa.


Keluar dari kurungan ( JASMANI ) ini yg dinamakan FANA', hidupnya dikendalikan oleh RUHANI karena Jasmani sudah di Offkan Sementara.

Apakah Ruhani ada wujudnya ?, Ruhani ada wujud nya bentuk RUHANI adalah seperti bayangan dan supaya dikenal oleh mahluk lain untuk Allah menciptakan bentuk jasad/warongko ( showwarnakum ) seperti bentuk manusia seperti kita ini, setelah manusia diberi bentuk oleh Allah dan diamanatkan sebagai KHOLIFAH dimuka bumi ini.

untuk orang2 yg bisa terlatih fana, maka meraka akan bisa melihat hal semacam ini atas ijin ALLAH tentunya , dan ini adalah kewajaran ( hal yg wajar ) tidak menunjukkan sesuatu yg aneh.

Ternyata banyak manusia yg tidak bisa memenuhi keinginan ALLAH ( SIR / Kehendak ALLAH ) karena hidupnya dikendalikan oleh JASMANI yg suka akan kehidupan dunia karena memang JASMANI terbentuk dari unsur dunia sehingga lebih cenderung ke unsur masing2.

untuk itu Allah mengirim utusan KHUSUS berupa nabi dan ROSUL untuk mengembalikan ke FITRAHnya sesuai dengan janji ALASTU BIROBBIKUM, janji dialam arham ( malakut ).

Apa pengaruh perbuatan kita terhadap Ruhani ?? pengaruh perbuatan kita terhadap ruhani sangat besar sekali semakin kita melakukan kebajikan maka Ruhani ini kan semakin bercahaya ? ( kl dimisalkan dlm bentuk jasmani berwujud ganteng , gagah, dan berbau harum ) dan cahaya inilah yg menuntun RUHANI untuk kembali Ke ALLAH ( pada saat Inna Lillahi wa innalillahi Roji'un ) atau sangkan paraning DUMADI.

dan apabila kita melakukan ke dholiman maka RUHani akan semakin redup cahayanya dan bahkan kadang malah maujud dalam rupa tidak terawat seperti jasmani yg tidak terawat ( kemproh,gembel bau busuk yg sangat menyengat sekali )

bahkan ada yg RUHani berujud sifat manusia berupa seperti anjing ( orang yg merasa kurang bersyukur ( mengonggong terus, berliur terus merasa kurang ))
ada kalanya berupa seperti sapi ( tidak tahu URIPnya / HIDUPNYA ) yg penting bisa makan dan minum dll

bagaimana Meng-islam-kan Ruhani ?

pada intinya RUHani sudah islam tetapi kita sendiri saja yg membuat RUHANI lupa kan ALLAH , karena RUHANI tidak digunakan sebagai mana mestinya, RUHani digunakan dan diajak untuk berfikir tentang KESUKSESAN DUNIAWI BAGAIMANA HIDUP NYAMAN DIDUNIA ( harta berlimpah dan bebas melakukan apa saja ) sehingga RUHANI tidak mendapatkan energi yg membentuknya.

sehingga yg RUHani asal SUCI jadi kotor akibat kena POLUSI KEHIDUPAN DUNIA. inilah yg menyebabkan RUHani tidak bisa menangkap NURULLAH yg terpancarkan di muka bumi selama ini.

untuk mengembalikan Ruhani kesemula maka kita harus bisa dan mampu menyerap kalimat NURULLAH agar RUHani kita kembali kesemula yaitu kembali SUCI dan BERSIH untuk itu kita harus dan sering2 menyerap kalimat yg asalnya dari alam malakut ( NURULLAH ) yaitu Istigfar , sholawat, takbir, tasbih, tahmid, sholat, zakat, puasa, baca alqur'an, laku kebajikan, dll.

dan sumber dari segala sumber NURULLAH adalah kalimat LAA ILAHA ILA

---lalu bagaimanakah wujud ruhani ini melakukan sholat??

Wujud sholat e ruhani adalah manunggal dengan wujud jasmani ?
jadi kalau jasmani takbir ruhaninya juga takbir , kl jasmani rukuk rukuk tentunya juga rukuk dan seterusnya.
dan bacaan pada sholat tentuunya manunggal dengan RUHani, tidak jalan2 sendiri2, nah ini kalau dilatih akan sampai pada sholat DA'IM ( sholat yg lestari )


dan tempatnya RUHani sholat di bai'tul makmur

Kalau wujud ruhani sudah hancur karena perbuatan kita, dan kita berniat untuk tobat, wujud ruhani tidak bisa hancur gan tetapi berubah sesuai sifat dilakukan oleh orang tersebut dan sifat ini nantinya maujud sesuai tingkah lakunya ? untuk ini kita harus mengembalikan atau kembali ke JATI DIRI. sehingga kembali bersih dan suci seperti sedia kala (ke fitrah sebagai MANUSIA ), dan untuk membersihkan kotoran dunia itu kita harus bisa dan mampu menyerap asma Allah dan asma Allah itu banyak sekali ?

Nur dari segala NURULLAH berada dalam kalimat LAA ILAHA ILALLAH, inilah salah dalam beberapa orang dinamakan BUKA CAKRA, setelah hal ini terjadi maka kita akan mudah memasukkan semua asma ALLAH didalam bumi kita dimana asma ini akan dapat kita gunakan bila kita membutuhkan, nya ?

biasanya sampai disini akan berhenti, dan kita bisa asik2 dalam dunia ini ....

mohon maaf bila tidak berkenan .................?


Bagaimana cara mengamalkan LAA ILAHA ILALLAH ......? apa yang di LAA kan supaya bisa ILALLAH ....................?

Sebetulnya dzikir ini umum dan sering di ucapkan oleh beberapa jamaah NU, tetapi karena tidak tahu sasarannya maka jumlah berapapun yg dibaca tidak akan mengena kesasaran jadinya sia-sia ( yg didapat hanya pahala ) tetapi asharnya tidak sampai.

dan sering dibabar dikaskus dzikir ini pelajaran dzikir ini dari Rosulullah yg diajarkan ke SAIDINA ALI melalui BA'IAT KHUSUS ( janji khusus ) yaitu untuk mengamalkannya.

dzikir ini terdiri dari :
Bacaannya adalah LAA ILAHA ILALLAH
Gerakkanya adalah LAA ILAHA ILALLAH
Berbuah LAA ILAHA ILALLAH

Nah ada yg bacaan nya benar tetapi gerakkannya salah, sehingga sasarannya juga tidak tepat, sama dengan prajurit berperang membawa senapan tetapi tidak tahu lawanya dimana sehingga dia menembak kesegala arah sampai menghabiskan ratusan dan ribuan peluru tetapi lawannya tidak bisa dibinasakan yg ada hanya kecapaian.

bacaan laa gerakkan dari pusar menuju otak , dan bacaan ilaha dari otak bergerak menuju ke bahu kanan dan ilallah dari bahu kanan bergerak menuju HATI, kalau hal ini dilakukan dengan BENAR dan kena sasaran maka pada saat kita membaca dzikir ini maka akan terasa PANAS , PEDIH DAN PERIH kemudian LINU.

kalau hal ini dilakukan terus maka badan ( yg terdiri 7 lapis ) kita akan bisa dan mampu menyerap NURULLAH dan berbagai asma Allah biasanya ditandai Rasa trecep2 ( seperti kena strum watt kecil ) lakukan terus sampai suatu saat merasakan bumi kita tergoncang badan kita seakan bergoyang2 saat melakukan dzikir ini ( didalam alqur'an disebutkan ciri2 orang mukmin bila mendengar kata ALLAH maka dia akan bergetarlah HATINYA ) dan kita tetap istiqomah dengan dzikir tersebut.

kalau kedua ciri fisik diatas terjadi maka itu masih langkah awal untuk bisa MENYERAP NURULLAH sesuai dengan
asma Allah yg kita baca.LLAH.

 
  • Ceriwis

    Ceriwis
    Forum Gaul
  • Follower

  • About Me

    My photo
    It's Not Who I Am Underneath, but what I do that defines me.